Otoritas Umum untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi memulai tahap uji coba proyek toilet pintar di dua masjid suci yang dikelolanya tersebut. Program ini menjadi bagian dari pengembangan layanan berbasis teknologi bagi para jemaah.
Proyek tersebut memanfaatkan teknologi Internet of Things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI). Sistem bekerja dengan data real-time untuk memantau kondisi toilet, tingkat keterisian, serta kebutuhan perawatan. Data itu terhubung ke platform pusat untuk memudahkan pengelolaan.
Melalui sistem ini, waktu tunggu jemaah untuk memakai toilet diharapkan berkurang. Arus pergerakan jemaah di dalam area fasilitas juga bisa lebih tertata. Pengelola dapat mengambil keputusan lebih cepat karena berbasis data langsung di lapangan.
Salah satu fitur utama adalah panduan lokasi pintar. Layar informasi menampilkan status toilet secara langsung, termasuk jumlah bilik yang kosong. Jemaah dapat langsung menuju fasilitas terdekat yang tersedia sehingga antrean bisa ditekan.
Dalam foto yang diunggah, layar informasi disampaikan dalam sejumlah bahasa, termasuk bahasa Indonesia. Maklum, jemaah dari Indonesia yang beribadah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sangat banyak.
Proyek ini juga dilengkapi solusi peningkatan kualitas udara dan pengendalian bau. Standar kebersihan ditingkatkan dengan pemantauan otomatis dan sistem respons cepat jika terdeteksi masalah.
Tahap uji coba dilakukan untuk mengukur efektivitas sistem dalam kondisi operasional nyata. Jika hasilnya optimal, proyek akan diperluas secara bertahap ke kompleks lainnya.





