Jakarta, VIVA – Mediator Amerika Serikat (AS) dalam perundingan dengan Hamas, Bishara Bahbah menyampaikan, pasukan Indonesia bakal ditempatkan di bagian selatan wilayah Jalur Gaza.
Sementara, unit pasukan dari negara lain akan bertanggung jawab atas wilayah lain di kawasan tersebut.
Laporan dari portal Asharq Al-Awsat yang mengutip Bahbah juga menyebut, kelompok pertama pasukan yang tergabung dalam 'Pasukan Stabilisasi Internasional' itu, kemungkinan akan dikirim ke Jalur Gaza pada awal April 2026.
- Anadolu Agency
“Sejauh yang saya ketahui, kelompok pertama pasukan sebagai bagian dari kekuatan ini akan memasuki Gaza pada awal April, dan kontingen yang lebih besar akan dikerahkan bulan depan,” kata Bahbah, dikutip Sabtu, 28 Februari 2026.
Dia berharap, penempatan kontingen internasional di Gaza akan menghentikan pelanggaran gencatan senjata oleh zionis Israel.
Bahbah menambahkan, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza yang baru dibentuk, juga akan dapat memasuki wilayah tersebut setelah pasukan stabilisasi tiba.
Hal itu karena mereka akan memperoleh jaminan keamanan yang diperlukan.
Pasukan Stabilisasi Internasional diperkirakan terdiri atas sekitar 20 ribu personel militer, dan 12 ribu polisi dari negara-negara yang berpartisipasi dalam Gaza Board of Peace.
Kota Rafah di bagian selatan Jalur Gaza disebut dapat menjadi lokasi awal penempatan misi tersebut. (Ant).





