Profil Aisyah Ar Rumy, Hafizah Indonesia di Dubai International Holy Quran Award

katadata.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

Hafizah cilik Indonesia Aisyah Ar Rumy saat ini sedang berjuang di ajang Dubai International Holy Quran Award di Uni Emirat Arab. Ia meminta dukungan dari warga Tanah Air lewat metode pemungutan suara atau voting.

Dubai International Holy Quran Award adalah ajang menghafal Al-Quran secara lengkap dengan Tajwid. Kompetisi ini terbuka untuk semua warga negara.

Aisyah berlomba di kategori ‘The Most Beautiful Quran Recitation for 2026’. Di kategori perempuan, Aisyah bersaing dengan Jana Ehab Ramadan dari Mesir dan Sara Abdel Karim Al-Hallaq dari Suriah.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
Sebuah kiriman dibagikan oleh Aisyah Arrumi (@aisyah_hafizind)

Aisyah lolos setelah melalui dua tahap kualifikasi pada ajang yang diselenggarakan oleh penguasa Dubai, Mohammed bin Rashid Al Maktoum. Ajang ini diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 105 negara di seluruh penjuru dunia.

“Bantu Aisyah membawa harum nama Indonesia di panggung internasional dengan memberikan voting terbaikmu,” demikian dikutip dari akun Instagram @ppiemirat, Jumat (27/2).

Masyarakat Indonesia bisa memberikan suaranya dengan mengeklik tautan https://vote.quran.gov.ae/participant/aisyah-al-rumy/.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 
Sebuah kiriman dibagikan oleh SD TAHFIDZ AL QURAN DAARUL UKHUWWAH (@sdtq_daarul_ukhuwwah)

Aisyah Ar Rumy merupakan siswi kelas 4 SD Tahfidz Daarul Ukhuwwah Pakis, Kabupaten Malang. Dikutip dari akun Instagram sekolah, Aisyah Ar Rumy mengikuti babak enam besar di ajang Dubai International Holy Quran Award.

Pemerintah Kabupaten Malang juga memberikan tambahan biaya untuk Aisyah Ar Rumy sebesar Rp 32 juta.

Perempuan berusia 10 tahun ini, pernah mengikuti ajang Hafiz Indonesia 2024. Dikutip dari siaran di YouTube Hafiz Indonesia pada 2024, disebutkan bahwa Aisyah Ar Rumy berasal dari Malang, Jawa Timur.

Aisyah memiliki darah keturunan Madura yang diturunkan dari sang ibu, Maisyaroh. Sedangkan ayahnya berasal dari Lamongan.

Aisyah merupakan anak bungsu di keluarganya. Maisyaroh bercerita, keluarganya sebelumnya berkecukupan dengan memiliki usaha konveksi yang sudah memiliki delapan cabang.

Pendapatan dari usaha konveksi bisa mencapai Rp 10 juta per hari. Setelah menyetop riba dengan tujuan membersihkan harta, untuk meraup Rp 1 juta pun sulit.

“Jadi, saat membesarkan Aisyah, Alhamdulillah harta kami sudah bersih,” kata Maisyaroh.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gap Kredit Perbankan masih Jadi Masalah, ini Strategi BI
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Anak Polisi Terekam Kasari Teman usai Balap Lari Liar di Depok, Polisi Damaikan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Biar Heboh Ada Kepala Manusia Korban Mutilasi di Pantai Bali, Warga Tetap Santai
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
BI Ungkap Rahasia Ekonomi Indonesia Tahan Hadapi Gejolak Ekonomi Global
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Kriminalitas kemarin, penusukan advokat di Tangsel hingga deportasi DJ
• 8 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.