KOMPAS.com – Pertamina New and Renewable Energy (Pertamina NRE) berkomitmen mendorong secara aktif investasi energi bersih dan kolaborasi regional ASEAN.
Komitmen itu disampaikan Chief Executive Officer Pertamina NRE John Anis yang menjadi pembicara dalam diskusi panel bertema “Future of Investments Within Our Borders” pada ajang ASEAN Editors and Economic Opinion Leaders Forum 2026 di Filipina.
Forum strategis yang diselenggarakan oleh ASEAN Committee on Business and Investment Promotion (CBIP) bersama Departemen Perindustrian dan Perdagangan Filipina tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting Filipina dan ASEAN.
Beberapa antaranya adalah Presiden Republik Filipina Ferdinand R Marcos Jr, Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn, serta para pemimpin korporasi dan investor global.
Pada kesempatan tersebut, John Anis menekankan mengenai pentingnya stabilitas politik dan kepastian regulasi sebagai fondasi utama bagi industri energi terbarukan (EBT) dalam pengambilan keputusan investasi.
Baca juga: Bantuan PLTS Portabel Pertamina NRE Bantu Nelayan Cilamaya Melaut Lebih Aman dan Produktif
Pasalnya, investasi energi bersih bersifat jangka panjang, serta membutuhkan belanja modal besar dan periode pengembalian yang panjang.
“Oleh karena itu, selain kelayakan finansial, kestabilan geopolitik, konsistensi kebijakan, kepastian hukum, tata kelola yang transparan, dan konsistensi kebijakan menjadi faktor yang sangat menentukan,” ujar John dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Sabtu (28/2/2026).
John menilai, ASEAN memiliki prospek pertumbuhan ekonomi yang kuat serta ambisi peningkatan bauran energi terbarukan yang signifikan hingga 2050.
Hal itu menjadikan ASEAN sebagai destinasi strategis investasi energi transisi, terlebih apabila kawasan ini dapat melakukan harmonisasi regulasi antarnegara anggota untuk menciptakan iklim usaha yang semakin terintegrasi dan kompetitif.
Investasi Pertamina NRE di kawasan ASEANSebagai bagian dari Pertamina Group, Pertamina NRE menerapkan pendekatan investasi yang disiplin dan terukur.
Evaluasi proyek dilakukan dengan mempertimbangkan imbal hasil yang telah memperhitungkan risiko, termasuk premi risiko negara dan risiko sektoral, serta melalui uji tekanan berbagai skenario geopolitik dan makroekonomi.
Sementara untuk investasi di luar Indonesia, Pertamina NRE selalu mempertimbangkan kepentingan dan keuntungan investasi bagi negara, termasuk kontribusinya terhadap penguatan ketahanan energi nasional, transfer pengetahuan, dan penciptaan nilai tambah bagi perekonomian domestik.
Baca juga: Pertamina NRE Resmi Catat Kepemilikan 20 Persen Saham CREC di Bursa Efek Filipina
Melalui partisipasi pada forum investasi Filipina, Pertamina NRE turut merefleksikan komitmen jangka panjang perseroan di kawasan ASEAN. Salah satunya adalah investasi strategis di Filipina melalui kepemilikan 20 persen saham pada Citicore Renewable Energy Corporation (CREC).
Lewat investasi tersebut, Pertamina NRE pun memperkuat posisinya sebagai mitra strategis dalam pengembangan proyek surya skala besar di Filipina sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan EBT.
Selain itu, Pertamina NRE juga memandang pengalaman Filipina dalam implementasi kebijakan mandatoris bahan bakar nabati sebagai referensi penting dalam pengembangan ekosistem bioetanol di Indonesia, baik dari sisi regulasi, model bisnis, maupun insentif investasi.
Pada akhir pemaparan, John Anis menegaskan bahwa investasi lintas negara yang berkelanjutan hanya dapat terwujud ketika terdapat keselarasan visi antara investor dan negara tuan rumah.
“Investasi bukan sekadar transaksi, melainkan kemitraan jangka panjang. Diperlukan ambisi bersama, peluang ekonomi yang jelas, serta motivasi untuk berkolaborasi melalui transfer teknologi, penguatan kapasitas lokal, dan tata kelola yang baik,” tegasnya.
Baca juga: Pertamina NRE dan Medco Jajaki Pengembangan Biodiesel HACPO dan Bioetanol
Dengan demikian, partisipasi Pertamina NRE pada forum investasi Filipina menandai penguatan posisi perseroan sebagai salah satu pemain utama dalam transformasi energi dan investasi hijau di ASEAN yang mendorong terciptanya ekosistem investasi yang stabil, transparan, dan kolaboratif di kawasan.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




