Aksi Korporasi Bakrie dan CT Bikin BNBR & MEGA jadi Saham Paling Bersinar dalam Sepekan

bisnis.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Saham PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) dan PT Bank Mega Tbk. (MEGA) menjadi saham yang menduduki daftar teratas top gainers dan top leaders dalam sepekan periode 23-27 Februari 2026.  Performa itu seiring dengan aksi korporasi yang dilakukan kedua emiten.

Menilik statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), harga saham MEGA dalam sepekan menguat 40,28% ke Rp4.650, menyumbang bobot 14,85 poin indeks harga saham gabungan (IHSG). Poin tersebut menahan IHSG jatuh lebih dalam, saat indeks komposit dalam sepekan mengalami koreksi 0,44% atau 36,28 poin ke 8.235,48.

Sementara itu, saham BNBR dalam sepekan naik 76,86% atau 93 poin ke Rp214, menjadikannya saham dengan lonjakan tertinggi dalam rentang 23-27 Februari 2026.

Meski sama-sama menjadi daftar teratas di masing-masing kategori berbeda, keduanya menunjukkan kinerja yang kontras di perdagangan Jumat (27/2). Pada penutupan pasar, saham BNBR menguat 32,92% ke Rp214. Harga tersebut mencerminkan lonjakan 68,50% secara year to date (YtD). Sepanjang 2026 ini, harga saham BNBR sempat menyentuh level terendahnya di Rp85.

Baca Juga : Emiten Bakrie (BNBR) Rancang Rights Issue Bidik hingga Rp6,5 Triliun

Di sisi lain, saham MEGA ditutup turun 4,32% ke Rp4.650. Koreksi itu disinyalir menjadi langkah investor mengambil keuntungan. Pasalnya, secara YtD pemegang saham MEGA telah menikmati gain sebesar 41,77% atau 16,83% dalam sepekan terakhir.

Adapun, kinerja saham kedua emiten ini tak lepas dari aksi korporasi yang memantik persepsi investor. Bakrie & Brothers berencana melakukan penambahan Modal Dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue atas sebanyak-banyaknya 90 miliar saham dengan target dana yang dihimpun mencapai hingga Rp6,5 triliun.

Direktur Utama & CEO BNBR Anindya N. Bakrie mengatakan aksi korporasi tersebut telah direstui pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Jumat 27 Februari 2026.

Anindya menjelaskan bahwa harga pelaksanaan rights issue tersebut belum ditetapkan sehingga angka pasti target penghimpunan dana aksi korporasi ini akan diketahui pada 9 Maret 2026. Dalam prospektusnya, BNBR menggunakan asumsi harga pelaksanaan di level Rp50 per saham, jauh di bawah harganya saat ini.

Penggalangan dana publik via rights issue itu akan digunakan untuk menutup utang imbas akuisisi PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT) yang menyebabkan total liabilitas BNBR melesat 547,6% year on year (yoy) menjadi Rp18,89 triliun per akhir 2025. 

Mengingat begitu pentingnya penerbitan saham baru ini untuk menjaga leverage keuangan perseroan, Anindya melihat pasar saham saat ini cukup kondusif dan menjadi waktu yang pas untuk aksi korporasi ini.

"Memang pasar selama 2 bulan terakhir ada berbagai macam adjustment atau koreksi, tapi sangat kondusif terutama untuk bisnis yang mempunyai kestabilan cash flow," ujarnya saat ditemui di Bakrie Tower, Jumat (27/2/2026).

Sementara itu, PT Bank Mega Tbk. (MEGA) bersiap menggandakan jumlah saham beredarnya melalui pembagian saham bonus dengan rasio 1:1 yang berasal dari kapitalisasi tambahan modal disetor atau disebut dengan agio saham senilai Rp5,87 triliun. Aksi korporasi itu akan dibahas dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 31 Maret 2026 untuk mendapatkan restu. 

Merujuk pada dokumen resmi, Bank Mega melakukan pembagian saham bonus tersebut dalam rangka memenuhi ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 27/POJK.04/2020 tentang Saham Bonus. Aksi korporasi ini bertujuan memperkuat struktur permodalan serta meningkatkan jumlah saham yang dimiliki pemegang saham sehingga diharapkan dapat mendorong likuiditas perdagangan saham di pasar.

Saat ini, modal ditempatkan dan disetor penuh perseroan tercatat sebanyak 11.740.923.365 saham dengan nilai nominal Rp500 per saham atau setara Rp5,87 triliun. 

Melalui skema rasio 1 saham lama memperoleh 1 saham bonus, perseroan akan menerbitkan 11.740.923.365 saham baru dengan nilai nominal yang sama. Dengan demikian, jumlah saham ditempatkan dan disetor penuh akan meningkat menjadi 23.481.846.730 saham atau setara Rp11,74 triliun. 

Sumber saham bonus berasal dari sebagian tambahan modal disetor (agio saham) yang per 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp6,34 triliun berdasarkan laporan keuangan audit. 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ada Aja Manfaatnya, Senyawa dalam Lidah Buaya Disebut Bisa Perlambat Alzheimer
• 19 jam lalumedcom.id
thumb
ShopeePay-SeaBank Apresiasi 36 Agen Perubahan Lewat SPARK Awarding Night, Perluas Literasi Keuangan Mahasiswa
• 42 menit laludisway.id
thumb
Pernah di Posisi yang Sama, Shinta Bachir Beri Dukungan untuk Inara Rusli 
• 19 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Enam Tersangka Terkait Kasus Narkoba AKBP Didik Mulai Diperiksa di Bareskrim
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Sambut Mudik Lebaran, PELNI Tingkatkan Kualitas Layanan Penumpang
• 22 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.