GANDA putri bulu tangkis Indonesia, Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti, terus menunjukkan tren positif di awal musim 2026.
Usai memastikan tiket ke semifinal Jerman Terbuka 2026, Tiwi/Fadia kini fokus memetakan kekuatan calon lawan mereka di babak empat besar, yakni pasangan Tiongkok, Li Yi Jing/Wang Yi Duo.
Langkah Tiwi/Fadia ke semifinal dipastikan setelah mereka sukses menundukkan wakil Hong Kong, Lui Lok Lok/Tsang Hiu Yan, dengan skor meyakinkan 21-15 dan 21-14 di Westenergie Sporthalle, Sabtu (28/2) dini hari WIB.
Baca juga : Tundukkan Wakil Denmark, Tiwi/Fadia Melaju ke 16 Besar Jerman Terbuka
Meski menang dua gim langsung, pasangan Indonesia ini tetap membawa catatan evaluasi penting, terutama mengenai efektivitas permainan di awal laga.
Amallia Cahaya Pratiwi, atau yang akrab disapa Tiwi, mengakui bahwa performa mereka di perempat final belum sepenuhnya bersih dari kesalahan. Ia menyoroti banyaknya poin yang terbuang akibat kesalahan sendiri (unforced errors) pada awal gim.
“Tadi kami cukup banyak kehilangan poin karena kesalahan sendiri. Secara pola permainan sebenarnya hampir sama seperti kemarin, tetapi di awal-awal gim kami terlalu banyak melakukan error yang seharusnya bisa dihindari,” ujar Tiwi.
Baca juga : Tersingkir di Perempat Final Indonesia Masters. Tiwi/Fadia Akui Terbawa Ritme Permainan Lawan
Menghadapi semifinal, Tiwi menekankan pentingnya bermain lebih taktis dan sabar. Baginya, kunci kemenangan terletak pada pengendalian ritme permainan tanpa harus terburu-buru melakukan serangan yang berisiko tinggi.
“Tidak perlu terlalu memaksakan atau bermain yang berisiko tinggi. Yang penting kami bisa menjaga reli dan tetap solid di lapangan,” tambahnya.
Senada dengan Tiwi, Fadia menyoroti pentingnya aspek komunikasi dan mentalitas di lapangan. Menurutnya, stabilitas permainan mereka sangat bergantung pada bagaimana mereka saling mendukung agar fokus tidak menurun.
“Titik baliknya mungkin karena kami saling mengingatkan untuk tidak kendor di setiap poin. Pola permainan lawan dari awal sampai akhir sebenarnya sama, jadi tantangannya adalah bagaimana kami tetap fokus dan tidak memberikan poin dari kesalahan sendiri,” kata Fadia.
Mengenai laga semifinal besok, Fadia mengaku sudah cukup mengenal karakter permainan lawan, khususnya Li Yi Jing.
Meski kali ini Li berpasangan dengan Wang Yi Duo, Fadia merujuk pada pertemuan mereka di final Thailand Masters sebelumnya saat Li masih berduet dengan Bao Li Jing.
“Untuk besok, kami sudah cukup tahu pola permainan Li Yi Jing, apalagi sebelumnya pernah bertemu di final Thailand Masters meskipun dengan partner yang berbeda (Bao Li Jing). Kemungkinan pola permainannya tidak akan jauh berbeda, jadi kami harus lebih siap terutama sejak awal pertandingan,” tegas Fadia.
Keberhasilan menembus babak empat besar di Mülheim ini memperpanjang catatan impresif Tiwi/Fadia tahun ini. Setelah sebelumnya sukses merengkuh gelar juara di Thailand Masters, konsistensi mereka kini kembali diuji untuk memperebutkan satu tempat di partai puncak Jerman Terbuka 2026. (Ant/Z-1)





