JAKARTA, KOMPASTV - Juru Bicara Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Peskov mengatakan bentrokan langsung antara Afghanistan dan Pakistan yang telah terjadi bukanlah pertanda baik.
“Oleh karena itu, kami masih berharap bentrokan tersebut akan segera berhenti. Karena itu, seperti biasa, kami memantau situasi ini dengan cermat. Kontak (dengan perdana menteri Pakistan) benar-benar sedang dipersiapkan. Kami akan memberikan informasi tentang tanggal pastinya, seperti yang biasanya kami lakukan, sedikit kemudian,” kata Dmitry.
Sementara itu Jubir Kemenlu China Mao Ning mengatakan sebagai negara tetangga dan sahabat, Tiongkok sangat prihatin atas eskalasi konflik dan sangat sedih atas korban jiwa yang ditimbulkannya.
“Intensitas konflik Pakistan-Afghanistan kali ini telah melampaui konflik-konflik sebelumnya, dan kelanjutan serta eskalasi konflik akan membawa kerugian dan penderitaan bagi kedua belah pihak,” kata Mao Ning.
Sebelumnya Pakistan melancarkan serangan udara dan pengeboman ke sejumlah kota besar di Afghanistan, termasuk Kandahar dan Kabul, pada Jumat (27/2/2026).
Seorang warga setempat menggambarkan kepanikan warga di Torkham usai Pakistan melancarkan serangan udara pada Jumat (27/2/2026) dini hari.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Video Editor: Galih
Baca Juga: Kelap-Kelip Jakarta Ramadan Festival, Lampu Hias Dekoratif Warnai Kawasan Bundaran HI
Penulis : Yuilyana
Sumber : Kompas TV
- pakistan
- afghanistan
- rusia
- china





