Panduan Puasa Ramadan untuk Ibu Menyusui, Kapan Boleh dan Tidak?

kumparan.com
4 jam lalu
Cover Berita

Ramadan selalu membawa semangat baru untuk beribadah. Namun bagi ibu menyusui, datangnya bulan puasa sering disertai pertanyaan: bolehkah tetap berpuasa tanpa mengganggu kebutuhan si kecil?

Di satu sisi ada keinginan menjalankan ibadah penuh, di sisi lain ada tanggung jawab memastikan ASI tetap cukup dan kualitasnya terjaga.

Sebenarnya, keputusan ibu menyusui untuk berpuasa tidak bisa disamaratakan. Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan, mulai dari usia bayi, frekuensi menyusu, hingga kondisi kesehatan ibu.

Supaya tidak diliputi rasa bersalah atau bingung, yuk, simak penjelasan dokter spesialis anak, dr. Aisya Fikritama, Sp.A, untuk memahami panduan medis sebelum memutuskan tetap berpuasa atau menundanya.

Serba-serbi Ibu Menyusui Ingin Puasa di Bulan Ramadan1. Kalau ibu menyusui puasa, kualitas ASI pasti turun, ya?

Mitos, karena pada ibu yang sehat dengan asupan yang cukup saat sahur dan berbuka, harusnya kualitas ASI-nya itu masih tetap stabil, karena tubuh itu punya mekanisme adaptasi sendiri untuk mempertahankan komposisi ASI.

Misalnya, kandungan protein dan lemak pada ASI akan tetap sama. Yang mungkin berubah hanya frekuensi menyusui kalau ibunya terlalu lelah atau kurang minum.

Jadi ibu menyusui yang ingin berpuasa disarankan cukup hidrasi, dengan mengonsumsi 2-3 liter cairan dalam sehari, dengan tambahan kalori sekitar 500-600 kilokalori.

2. Apa kandungan lemak, protein, dan karbohidrat dalam ASI bakal berubah ketika ibu puasa?

Secara umum makronutrien ASI itu relatif stabil, walaupun ibunya puasa. Karena tubuh akan tetap menggunakan cadangan energi untuk menjaga kualitas ASI.

Kadar beberapa mikronutrien itu bisa terpengaruh kalau asupannya sangat kurang dalam jangka panjang.

3. Kalau ibu menyusui kurang asupan saat sahur dan berbuka, mana yang duluan terdampak? Kesehatan ibu atau kualitas ASI?

Biasanya kondisi ibu yang terdampak lebih dulu, seperti lemas, pusing, atau tanda-tanda dehidrasi. Kalau misalnya ibu mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera batalkan puasanya. Tubuh secara fisiologis akan memprioritaskan produksi ASI, sehingga cadangan energi ibu yang dipakai lebih dulu, sehingga ibunya lemas.

4. Bayi rewel saat disusui, berarti tandanya ibu harus buka puasa, ya?

Enggak selalu, karena bayi kan belum bisa ngomong, dan rewel bisa banyak penyebabnya. Misalnya, lagi fase growth spurt, ingin lebih sering menyusu, kurang nyaman, lagi BAB atau BAK, kepanasan, dan banyak faktor lainnya. Jadi bukan otomatis karena ASI berkurang.

Sebaiknya evaluasi dulu tanda bayi mendapat cukup ASI, seperti BAK yang cukup 4-6 kali sehari hingga kenaikan berat badannya yang stabil.

5. Bayi masih di bawah usia 6 bulan, apakah lebih berisiko jika ibu berpuasa?

Betul, karena usia di bawah 6 bulan, bayi masih bergantung penuh sama ASI sebagai satu-satunya sumber nutrisi dan cairan. Jadi di usia ini, pemantauan tanda kecukupan ASI dan kondisi ibu harus lebih ketat dibandingkan bayi yang sudah dapat MPASI.

6. Benar nggak sih, ASI jadi ‘lebih encer’ saat ibu puasa?

Mitos, ASI memang secara alami terdiri dari foremilk dan hindmilk. Foremilk itu yang awal lebih encer, hindmilk lebih kental. Dan ini nggak dipengaruhi langsung oleh puasa, selama hidrasi ibu cukup saat sahur dan berbuka, kualitas ASI tetap baik.

7. Ibu menyusui punya riwayat anemia atau kurang gizi, apakah tetap aman berpuasa?

Perlu dievaluasi dulu. Bila kondisi anemia tidak terkontrol dan ibunya masih kurang gizi, puasanya bisa memperburuk kondisi ibu dan berisiko pada stamina atau produksi ASI.

8. Dalam kondisi apa ibu menyusui sebaiknya nggak memaksakan diri untuk puasa?

Bila ibu mengalami dehidrasi, contohnya BAK-nya jadi lebih jarang, urinenya pekat berwarna kuning tua, pusing, lemas, atau hampir pingsan. Biasanya, produksi ASI akan menurun signifikan atau berat badan bayi jadi tidak naik. Dalam kondisi itu, keselamatan ibu dan bayi harus diutamakan, dan ibu diperbolehkan untuk tidak puasa.

"Jadi kesimpulannya, kalau ibu menyusui, terutama yang punya bayi di bawah 6 bulan itu sangat nggak disarankan untuk puasa. Intinya, kalau ibunya merasa sudah tanda-tanda dehidrasi, sebaiknya dibatalkan puasanya," tutup dr. Aisya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Geledah Rumah Riyoso Mantan Pj Sekda Pati, KPK Sita Sejumlah Dokumen
• 15 jam lalurctiplus.com
thumb
Apa Itu Operasi Lion’s Roar? Ini Detail Sasaran Serangan Udara Israel-AS ke Jantung Iran
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Teknik Lingkungan ITY Gandeng Environesia dalam Kemitraan Strategis Green Ecosystem Indonesia
• 20 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Tercatat 8.224 Kasus Suspek Campak Sepanjang Tujuh Pekan Pertama 2026
• 23 jam laluidxchannel.com
thumb
Mudik Gratis Pemkab Bogor 2026 Dibuka: Cek Cara Daftar, Jadwal dan Rutenya
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.