FAJAR, JAKARTA – Video mukena pink yang viral di TikTok dan X kini memicu perdebatan mengenai keberadaan versi panjangnya.
Banyak netizen merasa penasaran dengan kebenaran durasi asli video yang tengah menjadi perbincangan tersebut.
Fenomena Ukhti Mukena Pink ini bermula dari cuplikan singkat seorang perempuan bermukena merah muda motif bunga yang duduk di atas sajadah. Unggahan tersebut mendadak masuk jajaran trending dan memancing rasa ingin tahu masif dari warga net.
Namun, antusiasme netizen ini justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk menebar ancaman keamanan siber. Pakar keamanan digital mengeluarkan peringatan keras bagi siapa saja yang tengah berburu video tersebut di media sosial.
Waspada Penipuan Berkedok Link Video
Berdasarkan pantauan di kolom komentar dan fitur pencarian, terdapat lonjakan permintaan tautan yang diklaim sebagai versi “asli” atau “tanpa sensor”.
Akun-akun mencurigakan mulai bermunculan dengan narasi provokatif demi menjaring korban.
Para ahli menyebutkan bahwa tautan-tautan sensasional tersebut berisiko tinggi membawa ancaman berupa:
Phishing: Metode pencurian data pribadi, seperti kata sandi media sosial hingga akses perbankan digital.
Malware: Perangkat lunak perusak yang dapat menyadap data ponsel atau laptop tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Fakta Video: Tidak Ada Versi Panjang yang Terverifikasi
Sampai detik ini, tidak ada konfirmasi resmi maupun bukti konkret terkait keberadaan video berdurasi panjang seperti yang diisukan.
Mayoritas konten yang beredar hanyalah potongan klip pendek tanpa keterangan identitas, lokasi, maupun waktu yang jelas.
Situasi ini sengaja diciptakan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk membentuk persepsi publik demi keuntungan pribadi melalui skema penipuan internet.
Imbauan Keamanan Digital
Pakar keamanan siber menegaskan pentingnya kewaspadaan saat berselancar di internet, terutama saat menjumpai konten yang memancing rasa penasaran berlebih.
“Jangan biarkan rasa penasaran mengalahkan logika keamanan digital Anda. Periksa URL sebelum mengeklik,” tegas seorang pengamat siber pada Sabtu (28/2/2026).
Fenomena Mukena Pink ini menjadi pelajaran penting bagi pengguna internet agar lebih selektif dalam mengonsumsi konten.
Terlebih di bulan Ramadan ini, menjaga privasi dan keamanan digital jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti tren yang tidak jelas sumbernya. (*)





