Pemerintah Kota Barcelona mengerahkan 600 robot ke rumah warga lanjut usia dan pusat perawatan pada Kamis (27/2). Ini merupakan bagian dari proyek percontohan peningkatan layanan pendampingan jarak jauh.
Program ini didukung dana hibah pemulihan COVID-19 Uni Eropa sebesar 3,8 juta euro dan ditujukan untuk membantu lansia tetap bisa beraktivitas di tengah usianya yang sudah lanjut.
Robot ini diproduksi di AS oleh Misty Robotics dan memiliki tinggi 1,35 meter, didistribusikan di Eropa oleh Grup Saltó. Perangkat ini dirancang untuk membantu lansia, terutama mereka yang berada pada tahap awal penurunan kemampuan kognitif.
Salah satu penerima manfaat, Irene Veglison (67), mengaku hidupnya berubah sejak robot bernama “Sandi” hadir di rumahnya. Robot tersebut mengingatkan minum obat, memberi tahu jadwal dokter, membangunkan di pagi hari, hingga menemani dengan fitur hiburan seperti YouTube dan aplikasi interaktif.
Ke depan, Pemkot Barcelona berharap robot mampu mendeteksi kondisi darurat, seperti jika pengguna terjatuh dan tidak bisa merespons, lalu otomatis menghubungi tenaga profesional. Perangkat ini juga memungkinkan panggilan langsung ke pekerja sosial serta akses kamera jarak jauh untuk menilai situasi.
Langkah ini diambil karena hampir 2 juta warga di atas 65 tahun di Spanyol tinggal sendiri, mayoritas perempuan. Dengan kebutuhan tenaga perawatan jangka panjang yang diperkirakan meningkat dua kali lipat pada 2030 dan minat pekerja muda yang rendah akibat gaji di bawah rata-rata nasional, teknologi seperti robot dinilai bisa jadi bagian dari solusi.





