JAKARTA, DISWAY.ID – Di tengah ketenangan bulan Ramadhan, Israel mulai serang Iran tepatnya di kota Taheran pada Sabtu 28 Februari siang waktu setempat.
Serangan ini dilakukan oleh Israel di tengah negosiasi perundingan yang dilakukan di Genewa antara Iran, Israel dan Amerika.
Tidak hanya Israel, pejabat setempat menyampaikan jika serangan kali ini juga melibatkan Amerika yang telah mengirimkan pasukan dan kapal perangnya di perairan Iran.
Beberapa ledakan terdengar di Teheran, sementara ledakan juga dilaporkan di beberapa lokasi lain di seluruh negeri.
BACA JUGA:Israel Mulai Serang Iran, Beberapa Ledakan Terjadi di Taheran
BACA JUGA:Amerika Bujuk Iran Izinkan Israel Lakukan Penyerangan Untuk Selamatkan Muka Zionis, Taheran: Menyerang Berarti Perang!
Meskipun terjadi beberapa kali ledakan, hingga saat ini masih belum ada reaksi resmi dari pemerintah Iran.
Setelah melakukan penyerangan ini, pihak militer Israel mengatakan mereka telah membunyikan sirene serangan udara secara protektif di berbagai wilayah.
Sirene serangan udara ini merupakan antisipasi dari pemerintah Israel dalam mengantisipasi jika Iran melakukan serangan balasan.
Dari informasi yang terpisah, pihak pemerintahan Iran dikabarkan tengah mempersiapakan serangan balasan ke Israel.
Tentara Israel juga menyatakan keadaan darurat dan meminta warga untuk tetap berada di dekat tempat perlindungan.
Salah satu pejabat Iran menyampaikan jika serangan balasan yang akan diluncurkan oleh Iran merupakan sebuah serangan yang sangat menghancurkan.
BACA JUGA:Pilu Rakyat Palestina Jalani Ibadah Sahur di Bulan Ramadan, Tarawih Mencekam Dijaga Tentara Israel
BACA JUGA:Fakta di Balik Kerusuhan, Iran Temukan Bukti Dokumentasi Campur Tangan Hasutan Israel
Selain itu pihak Iran juga dikabarkan telah menutup wilayah udaranya setelah adanya serangan dari Israel.
- 1
- 2
- »





