JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengambil langkah tegas. Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dihentikan sementara operasionalnya menyusul temuan persoalan kualitas makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan itu disampaikan Dadan saat konferensi pers Program MBG di SPPG Cibuluh 1, Kota Bogor, Jawa Barat, Sabtu (28/2/2026).
“SPPG yang mengalami kejadian kami hentikan operasionalnya, dan lamanya penghentian tergantung seberapa berat kasus yang terjadi,” kata Dadan dikutip Antara.
Menurut Dadan, penghentian ini bukan keputusan sepihak, melainkan bagian dari pengawasan mutu makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat.
Baca Juga: 722 Personel Amankan Puncak Perayaan Imlek Nasional 2026 di Lapangan Banteng Hari Ini
Durasi penghentian berbeda-beda, tergantung pada tingkat pelanggaran atau persoalan yang ditemukan di lapangan. Jika kasus dinilai berat, masa evaluasi akan lebih panjang.
Langkah ini diambil setelah adanya laporan gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan kualitas makanan MBG.
Data Gangguan Kesehatan, Sempat Capai 1.200 Orang
BGN mencatat, satu kejadian dihitung berdasarkan satuan pelayanan (SPPG), bukan jumlah individu. Artinya, dalam satu kejadian, penerima manfaat terdampak bisa lebih dari satu orang.
Pada periode sebelumnya, tercatat sekitar:
- 50 SPPG mengalami kejadian serupa.
- Sekitar 1.200 penerima manfaat mengalami gangguan pencernaan.
Penulis : Ade Indra Kusuma Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- badan gizi nasional
- dadan hindayana
- program makan bergizi gratis
- sppg dihentikan
- kualitas makanan mbg
- gangguan pencernaan mbg





