REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Presiden Trump mengumumkan bahwa AS sedang melakukan "operasi tempur besar-besaran di Iran." Pidato Trump itu disampaikan setelah Israel-AS melancarkan serangan udara ke Teheran. Serangan dilaporkan menargetkan pemimpin spiritual Iran Ayatollah Ali Khamenei.
Berikut pernyatan lengkap Trump;
Baca Juga
IRGC: Serangan Balasan Rudal Iran akan Berlanjut dan Kemenangan Hanya dari Allah SWT
Kedubes Iran Berharap Indonesia Mengecam Serangan AS-Israel ke Teheran
Gerakan Mahasiswa Jangan Sampai Ditunggangi Kepentingan Politik
Beberapa waktu lalu, militer Amerika Serikat memulai operasi tempur besar-besaran di Iran. Tujuan kami adalah untuk membela rakyat Amerika dengan menghilangkan ancaman langsung dari rezim Iran, sebuah kelompok kejam yang terdiri dari orang-orang yang sangat keras dan mengerikan.
Aktivitas mengancam Iran secara langsung membahayakan Amerika Serikat, pasukan kami, pangkalan kami di luar negeri, dan sekutu kami di seluruh dunia. Selama 47 tahun, rezim Iran telah meneriakkan "Matilah Amerika" dan melancarkan kampanye pertumpahan darah dan pembunuhan massal yang tak berkesudahan, menargetkan Amerika Serikat, pasukan kami, dan orang-orang tak berdosa di banyak negara."
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Salah satu tindakan pertama rezim tersebut adalah mendukung pengambilalihan paksa Kedutaan Besar AS di Teheran, menyandera puluhan warga Amerika selama 444 hari. Pada tahun 1983, proksi Iran melakukan pemboman barak Marinir di Beirut yang menewaskan 241 personel militer Amerika. Pada tahun 2000, mereka mengetahui dan mungkin terlibat dalam serangan terhadap USS Cole. Banyak yang tewas.
Lihat postingan ini di Instagram
Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)