Iran, VIVA – Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke sejumlah lokasi di Iran, termasuk ibu kota Teheran pada Sabtu 28 Februari waktu setempat. Presiden AS, Donald Trump, menyebut aksi ini sebagai operasi tempur besar-besaran.
Serangan ini terjadi di tengah negosiasi antara AS dan Iran terkait program nuklir dan rudal balistik Teheran, setelah berminggu-minggu ancaman yang meningkat dari Trump serta delapan bulan sejak AS dan Israel terlibat perang selama 12 hari melawan Iran.
Menyusul dengan serangan yang dilancarkan ke Iran, akankah akan memicu terjadinya Perang Dunia III? Melansir laman The Economic Times, Minggu 1 Maret 2026,para pakar menilai konflik ini berpotensi semakin meluas, tetapi sejauh ini belum ada titik yang jelas yang bisa disebut sebagai awal Perang Dunia Ketiga.
Serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel memicu balasan keras dari Iran, dengan peluncuran rudal ke pangkalan-pangkalan AS serta negara sekutu di Timur Tengah. Sejumlah negara sempat mengeluarkan peringatan serangan rudal dan menutup wilayah udaranya sebagai langkah antisipasi.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi mengenai Perang Dunia Ketiga. Namun, kekhawatiran menyebar ke berbagai belahan dunia bahwa konflik regional ini bisa melebar jika lebih banyak kekuatan besar ikut terlibat.
Para analis mengingatkan bahwa serangan terhadap negara berdaulat, keterlibatan banyak angkatan bersenjata, serta meningkatnya ketegangan berpotensi menyeret negara-negara lain masuk ke dalam pusaran konflik.
Banyak diplomat pun mendesak agar jalur perundingan segera diutamakan guna mencegah eskalasi yang lebih luas dan dampak global yang lebih besar.
Amerika Akan Terus Melancarkan Serangan ke Iran
Seorang pejabat AS, mengungkap bahwa Amerika Serikat akan melanjutkan serangan secara 'ekstensif' dari udara dan laut terhadap Iran. Menurut pejabat tersebut, serangan gabungan AS dan Israel bertujuan untuk melumpuhkan aparat keamanan Iran dan saat ini masih dibatasi pada target-target yang berada di dalam wilayah Iran.
Ia juga mengonfirmasi bahwa US Air Force ikut terlibat dalam operasi serangan tersebut dan bahwa pihak AS berkoordinasi langsung dengan militer Israel dalam pelaksanaannya.





