CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Serangan udara Israel-AS ke Iran, Sabtu (28/2/2026) menurut laporan ternyata menyasar salah satu sekolah dasar khusus perempuan di Kota Minab, Provinsi Hormozgan, Iran selatan.
Korban tewas akibat serangan udara Israel-AS di lokasi tersebut dilaporkan terus bertambah.
Dikutip dari media Iran, Tasnim News Agency, jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 57 orang. Sebanyak 60 orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
Tak hanya itu, sekitar 50 orang disebut masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan sekolah tersebut. Operasi penyelamatan dilaporkan masih berlangsung di lokasi kejadian.
Media pemerintah Iran mengaitkan serangan tersebut dengan aksi militer Israel dan Amerika Serikat yang terjadi di tengah konflik yang lebih luas di kawasan. Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Israel maupun AS terkait laporan tersebut.
Tim penyelamat dilaporkan masih bekerja di lokasi untuk mencari kemungkinan korban selamat di antara puing-puing bangunan.
Jurnalis Al Jazeera Mohammed Vall menyebut serangan terhadap fasilitas sipil berpotensi menjadi persoalan serius dalam kampanye militer Amerika Serikat dan Israel.
Pasalnya, kedua negara selama ini menyatakan hanya menyasar target militer serta bertujuan menekan rezim, bukan rakyat Iran.
"Presiden Trump telah menjanjikan rakyat Iran bahwa bantuan atau pertolongan akan datang kepada mereka. Namun sekarang kita melihat korban sipil. Ini yang akan ditekankan pemerintah Iran sebagai pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap rakyat Iran," tambahnya, sebagaimana dikutip dari Detik.




