Program Gentengisasi Dorong Produksi UMKM dan Buka Lapangan Kerja Baru

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menurut Maruarar, kebutuhan genteng untuk proyek perumahan nasional masih jauh melampaui kapasitas produksi pengrajin saat ini.

Program Gentengisasi Dorong Produksi UMKM dan Buka Lapangan Kerja Baru. (Foto: Ilustrasi)

IDXChannel – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menilai program gentengisasi berpotensi menjadi penggerak ekonomi dengan dampak berantai yang luas. Kebijakan yang digagas atas arahan Presiden Prabowo Subianto ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan UMKM, membuka lapangan kerja baru, serta menggerakkan industri pembiayaan nasional.

Menurut Maruarar, kebutuhan genteng untuk proyek perumahan nasional masih jauh melampaui kapasitas produksi pengrajin saat ini. Kondisi tersebut membuka peluang ekspansi usaha sekaligus penyerapan tenaga kerja dalam skala besar.

Baca Juga:
Anggaran Tak Memadai, Program Gentengisasi Masih Dikaji untuk Hunian Tetap Bencana Sumatera

“Untuk satu rumah dibutuhkan sekitar 480 genteng. Jika dibangun 6.000 rumah, kebutuhannya mencapai sekitar 2,9 juta genteng. Produksi yang ada belum mencukupi. Artinya, perlu penambahan tenaga kerja,” ujar Maruarar di Brilian Club, Jumat (27/2/2026).

Saat ini, pengusaha genteng skala menengah rata-rata mempekerjakan 100 hingga 200 orang dengan kapasitas produksi tahunan sekitar 300 ribu hingga 500 ribu genteng. Dengan target pembangunan ribuan unit rumah, para pelaku usaha dipastikan harus meningkatkan kapasitas produksi mereka.

Baca Juga:
Ada Usul Gentengisasi untuk Hunian Korban Bencana, Kepala BNPB: Beratkan Keuangan Negara

Untuk menopang ekspansi tersebut, sektor perbankan dan lembaga pembiayaan turut dilibatkan, antara lain melalui dukungan BRI dan BP Tapera. Ketersediaan pembiayaan dinilai krusial agar pelaku UMKM mampu meningkatkan produksi dan memenuhi permintaan.

Maruarar menegaskan, keberhasilan program gentengisasi sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pengembang, serta perbankan. Jika ekosistem ini berjalan optimal, manfaatnya akan dirasakan secara merata oleh masyarakat dan pelaku ekonomi.

Baca Juga:
BRI (BBRI) Salurkan Pembiayaan Awal Gentengisasi di Jatiwangi

“Ini sinergi. Masyarakat diuntungkan karena kualitas rumah meningkat, industri menikmati kenaikan produksi, pengembang terbantu, dan perbankan berperan dalam pembiayaan. Semua ikut bergerak,” katanya.

Ke depan, program gentengisasi diharapkan dapat menjadi model integrasi kebijakan perumahan dengan pemberdayaan industri lokal, khususnya di daerah sentra produksi seperti Jawa Barat yang selama ini menjadi salah satu kontributor terbesar pembangunan rumah nasional.

(Shifa Nurhaliza Putri)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemprov Jabar Bantu Pemulangan Warga Cirebon Korban Pengantin Pesanan
• 19 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pramono Anung Ingin Pasang CCTV di Hutan Kota Cawang Usai Laporan Penyalahgunaan Fasilitas Publik
• 22 jam lalusuara.com
thumb
Menag Nasaruddin Umar Minta Maaf Terkait Pernyataannya Soal Zakat
• 9 jam laluliputan6.com
thumb
Prabowo Siap Jadi Fasilitator AS–Iran, Anggota DPR: Butuh Kalkulasi Matang
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Prediksi Big Match Arsenal vs Chelsea, Head to Head dan Susunan Pemain
• 3 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.