Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, AKP Anggi Rian Diansyah, mengungkapkan pelaku pembacokan mahasiswi UIN Suska Riau, Reyhan Mufazar, telah merencanakan aksinya sejak November 2025. Pelaku bahkan benar-benar menyiapkan senjata untuk membacok korban.
“Dari keterangan pelaku memang ada niat sejak November 2025 untuk melakukan pembacokan, namun baru dilaksanakan Kamis kemarin. Dia sempat mengasah kapak dan parang sebelum mendatangi kampus,” ujar Anggi, Jumat (27/2).
Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Kamis (26/2) pagi di ruang ujian lantai dua Fakultas Syariah dan Hukum. Saat itu, korban Farradhila Ayu Pramesti (23), mahasiswi semester delapan, tengah berada di lokasi untuk mengikuti aktivitas akademik.
Pelaku berkuliah di kampus yang sama dengan korban. Ia datang membawa senjata tajam yang telah dipersiapkan sebelumnya dan langsung menyerang korban menggunakan kapak. Akibat serangan tersebut, korban mengalami sejumlah luka serius dan harus menjalani perawatan medis intensif.
Reyhan telah ditangkap dan kini ditahan di Rutan Polresta Pekanbaru. Untuk alasan keamanan selama proses penyidikan, polisi menerapkan sistem penahanan satu orang satu sel.
“Untuk sekarang pelaku sudah kami tahan di rutan Polresta Pekanbaru dengan sistem one man one cell,” jelas Anggi.
Pelaku dan korban merupakan rekan satu kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN). Insiden ini diduga terkait dengan asmara.
Video PengakuanSebuah video pengakuan Reyhan usai melakukan pembacokan beredar di media sosial. Dalam rekaman tersebut, ia terlihat menjalani interogasi dan mendapat sejumlah pertanyaan terkait aksinya.
Video berdurasi sekitar satu menit itu memperlihatkan Reyhan Mufazar sedang dicecar pertanyaan mengenai tujuannya membacok Faradila Ayu Pramesti (23).
Kala itu dia masih mengenakan pakaian yang digunakannya untuk membacok korban, terlihat bercakan darah melumuri baju kemejanya.
“Tujuan kau, target kau melakukan pembacokan itu apa? Cacat, mati? Cacat atau mati?” terdengar pertanyaan dalam rekaman tersebut.
Reyhan menjawabnya dengan menggelengkan kepala dan mengatakan tidak. Namun perekam video itu mengulangi lagi pertanyaannya.
“Kalau tujuan kau tidak bikin mati, benda yang kau gunakan untuk melakukan penganiayaan itu adalah alat yang layak untuk mati. Kau bawa kapak dan kau bawa parang,” ujar suara dalam video.
Namun, lagi-lagi Rayhan menggelengkan kepala. Ia mengatakan, "tidak".
Video juga menunjukkan kapak dan parang yang digunakan pelaku. Ada bercak darah di kedua senjata tajam itu.
Saat ini, Polresta Pekanbaru masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap Reyhan untuk mendalami motif, kronologi lengkap, serta unsur pidana dalam peristiwa tersebut. Aparat juga telah mengamankan sebilah kapak dan parah sebagai barang bukti yang diduga digunakan saat kejadian.





