Kapolri Serukan Persatuan Bangsa di Tengah Ancaman Dampak Dinamika Global

viva.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bahu-membahu menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Seruan ini, kata Kaporli, sebagai langkah untuk menghadapi dampak dari dinamika global. 

Kapolri menegaskan, persatuan dan kesatuan merupakan fondasi utama untuk menjaga stabilitas nasional sekaligus mendukung keberhasilan program pemerintah. Seruan ini disampaikan Kapolri saat menghadiri kegiatan buka puasa bersama organisasi kemasyarakatan (ormas), organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, dan masyarakat sipil di Gedung PTIK, Jakarta Selatan, Kamis, 26 Februari 2026.

Baca Juga :
GPPMI Dukung Langkah Kapolri Transparan Tangani Kasus Oknum Brimob Tual
Eks Kasat Narkoba Toraja Diduga Lindungi Bandar, Kapolri Perintahkan Usut Sampai Akar

"Ini bagian dari upaya kita untuk terus merajut persatuan dan kesatuan untuk bisa mendukung apa yang menjadi program pemerintah dalam rangka mewujudkan program-program Asta Cita," ujar Sigit.

Dalam kesempatan ini, Sigit juga menyoroti kondisi global yang tengah mengalami berbagai tekanan dan berpotensi berdampak pada situasi dalam negeri. Lantas, ia memperingatkan pentingnya kesiapsiagaan nasional agar Indonesia mampu menghadapi berbagai implikasi yang mungkin timbul.

"Kita tentunya harus terus bersiap-siap menghadapi implikasi dari dampak global dan tentunya kita butuh persatuan dan kesatuan," imbuh Sigit.

Sigit menambahkan, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjadi syarat mendasar untuk mewujudkan pembangunan nasional. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling bahu-membahu agar bangsa Indonesia dapat bertumbuh secara berkelanjutan. 

"Kita bersama-sama harus bersatu, bahu-membahu untuk menjaga agar negara ini tetap bisa bertumbuh dengan baik karena stabilitas kamtibmas itu menjadi salah satu modal utama sebagai prasyarat untuk kita bisa melaksanakan pembangunan," jelasnya.

Lebih lanjut, Sigit memastikan institusi Polri tetap membuka ruang bagi seluruh masyarakat, khususnya mahasiswa dan generasi muda sebagai generasi penerus bangsa untuk menyampaikan aspirasi. Ia secara gamblang menegaskan bahwa Korps Bhayangkara selalu terbuka terhadap kritik. 

"Polri siap juga untuk selalu dievaluasi dan dikritik untuk supaya bisa mengantarkan Polri ini sesuai dengan mandat dan amanat reformasi menjadi civilian police yang bisa dekat dan dicintai masyarakat," tuturnya.

Iklim demokrasi yang sehat dan stabilitas keamanan yang terjaga  menjadi modal penting untuk mencapai cita-cita besar bangsa. Ia optimistis, dengan persatuan yang kuat, Indonesia mampu mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

Baca Juga :
BEM UI Geruduk Mabes Polri! Tuntut Bripda Mesias Dihukum Berat Hingga Copot Kapolri
Kasus Brimob Aniaya Siswa Jadi Ujian Profesionalitas, DPR Desak Evaluasi Fungsi Penanganan Polri
Bagikan Takjil dan Buka Puasa Bersama Bareng Insan Pers, Kapolri: Suara Media Suara Publik

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Trump Usai Khamenei Tewas: Serangan Akan Terus Berlanjut Menuju Perdamaian Dunia
• 13 jam lalukumparan.com
thumb
Kasus Korupsi Minyak Mentah, Kejagung Banding soal Kerugian Rp171 Triliun
• 5 jam lalurctiplus.com
thumb
BI Sulsel Cetak Agen Literasi Ekonomi Syariah
• 1 jam laluterkini.id
thumb
Pengusaha Soroti Perang AS-Israel dan Iran, Industri Energi hingga Haji jadi Perhatian
• 3 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Lima Tuntutan Utama BEM UI untuk Polri dalam Aksi di Depan Mabes
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.