Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah maskapai China dilaporkan membatalkan jadwal penerbangan serta menawarkan pengembalian dana penuh (refund) kepada pelanggan di tengah memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah.
Kebijakan itu diambil guna melindungi penumpang seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah setelah operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Melansir Bloomberg, tiga maskapai terbesar di China yakni China Eastern Airlines, China Southern Airlines, dan Air China menerapkan kebijakan pengembalian dana darurat pada 28 Februari 2026 malam.
Melalui kebijakan tersebut, penumpang dapat membatalkan tiket tanpa dikenakan biaya atau melakukan satu kali perubahan jadwal penerbangan.
Ketentuan ini berlaku untuk perjalanan pada periode 28 Februari hingga 15 Maret 2026 bagi tiket yang dibeli sebelum pukul 20.00 pada Sabtu (28/2/2026). Rute yang terdampak meliputi Dubai, Abu Dhabi dan Riyadh.
Maskapai lain seperti Hainan Airlines, Shenzhen Airlines, serta Sichuan Airlines juga menerapkan kebijakan serupa.
Baca Juga
- Kapal Minyak dan Gas Mandek di Selat Hormuz Imbas Serangan AS-Israel ke Iran
- Perang AS-Israel vs Iran Bakal Dorong Permintaan Aset Safe Haven, Harga Emas Makin Naik?
- Iran Memanas, Ratusan Penumpang Emirates Tertahan di Bandara I Gusti Ngurah Rai
Langkah ini turut mencakup berbagai rute penerbangan menuju kawasan Timur Tengah sebagai upaya maskapai untuk mengurangi gangguan operasional sekaligus menekan potensi kerugian yang dapat dialami para penumpang.
Sementara itu, mengacu pada laporan media lokal di Shanghai, pemerintah Tiongkok juga mengimbau warganya agar segera meninggalkan Iran demi menghindari risiko keselamatan.
Sejumlah penerbangan bahkan dilaporkan harus berbalik arah di tengah perjalanan pada Sabtu (28/2). Penerbangan MU269 milik China Eastern Airlines dari Shanghai menuju Riyadh kembali ke Bandara Internasional Shanghai Pudong pada pukul 21.53 waktu setempat.
Sementara itu, penerbangan MU265 tujuan Dubai juga kembali mendarat di Shanghai pada Minggu (1/3) pukul 01.00 waktu setempat.
Adapun, di tengah situasi tersebut, para penumpang dilaporkan tetap tenang dan menyatakan memahami keputusan maskapai demi menjaga keselamatan penerbangan.
Sementara itu, di Bandara Pudong, Shanghai, petugas darat membantu sekitar 224 penumpang dari penerbangan yang kembali tersebut.
Sejumlah negara di Timur Tengah juga dilaporkan menutup ruang udaranya untuk seluruh kedatangan dan keberangkatan penerbangan, baik komersial maupun pribadi.
Negara-negara tersebut antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak dan Suriah.
Seperti diketahui, konflik di Iran kian memanas setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Teheran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan itu mengakibatkan tewasnya Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang telah memerintah lebih dari tiga dekade.





