Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Diproyeksi Bisa Tembus USD100 per Barel

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Minyak mentah Brent melonjak 10 persen menjadi sekitar USD80 per barel di perdagangan luar bursa pada Minggu, menurut para trader minyak. 

Selat Hormuz Ditutup, Harga Minyak Diproyeksi Bisa Tembus USD100 per Barel. Foto: Freepik.

IDXChannel - Minyak mentah Brent melonjak 10 persen menjadi sekitar USD80 per barel di perdagangan luar bursa pada Minggu, menurut para trader minyak. 

Para analis memperkirakan harga bisa naik hingga USD100 per barel setelah serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Iran menyeret Timur Tengah ke dalam perang baru.

Baca Juga:
Konflik AS-Israel vs Iran Berpotensi Dongkrak Harga Minyak, Ini Risikonya Bagi Fiskal RI

"Meski serangan militer itu sendiri mendukung kenaikan harga minyak, faktor kuncinya di sini adalah penutupan Selat Hormuz," kata Direktur Energi dan Pemurnian di ICIS, Ajay Parmar, dilansir Reuters, Minggu (1/3/2026).

Sebagian besar pemilik kapal tanker, perusahaan minyak besar dan rumah perdagangan telah menangguhkan pengiriman minyak mentah, bahan bakar, dan gas alam cair melalui Selat Hormuz, setelah Teheran memperingatkan kapal agar tidak melintasi jalur tersebut. 

Baca Juga:
Bapanas Pantau Harga Pangan Jabodetabek, MinyaKita Masih di Atas HET

Lebih dari 20 persen minyak dunia diangkut melalui Selat Hormuz.

"Kami memperkirakan harga akan dibuka (setelah akhir pekan) jauh lebih dekat ke USD100 per barel dan bahkan bisa melampaui level itu jika terjadi gangguan berkepanjangan di Selat tersebut," ujar Parmar.

Baca Juga:
Volume Ekspor Produk Minyak Sawit Tumbuh 9,5 Persen Jadi 32,3 Juta Ton

Analis RBC Helima Croft menuturkan bahwa para pemimpin Timur Tengah telah memperingatkan Washington bahwa perang terhadap Iran dapat mendorong harga minyak melonjak di atas USD100 per barel. Analis Barclays juga menyebut harga bisa mencapai USD100.

Ekonom Energi, Rystad Jorge Leon, mengatakan meski ada infrastruktur alternatif yang dapat digunakan untuk menghindari Selat Hormuz, dampak bersih dari penutupan jalur tersebut diperkirakan menyebabkan kehilangan pasokan minyak mentah sebesar 8 juta hingga 10 juta barel per hari, bahkan setelah sebagian aliran dialihkan melalui pipa East-West Arab Saudi dan pipa Abu Dhabi.

Rystad memperkirakan harga akan naik sekitar USD20 menjadi sekitar USD92 per barel saat perdagangan dibuka.

Krisis Iran juga mendorong pemerintah dan kilang di Asia untuk mengevaluasi cadangan minyak serta mencari rute dan pasokan alternatif.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pramono: Pendidikan kunci untuk putus rantai kemiskinan di Jakarta
• 1 jam laluantaranews.com
thumb
Baznas-BPJPH Perkuat Sinergi Zakat dan Ekosistem Halal
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Takhta Teheran Kosong: Lima Nama Kuat Calon Pengganti Ali Khamenei Mulai Mengemuka
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
Labuhan Sarangan Kian Kokoh sebagai Tradisi dan Ikon Pariwisata Magetan
• 10 jam lalupantau.com
thumb
Tertipu, Belasan Jemaah Umrah Asal Sukabumi Terlantar 4 Hari di Bandara
• 9 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.