JAKARTA, KOMPAS.com – Tiga dari empat pelat tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) yang ditemukan di mobil Toyota Calya yang melawan arah di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (25/2/2026), dipastikan palsu.
Dari empat pelat tersebut, dua di antaranya berkode B, satu berkode D (Bandung), dan satu berkode Z (Garut).
Baca juga: KTP Sidoarjo Pengemudi Calya Lawan Arah di Gunung Sahari Ternyata Palsu
Namun, hanya satu pelat B yang asli dan terdaftar sesuai identitas kendaraan.
Sementara satu pelat B lainnya serta pelat D dan Z dipastikan palsu.
Baca juga: Pengemudi Calya yang Diamuk Warga Ngaku Sajam dan Pelat Palsu Punya Kakak
“Iya, cuma satu yang pelat B yang asli,” kata Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Roby Heri Saputra mengatakan, saat dihubungi, Minggu (1/3/2026).
Diketahui, pengemudi Calya, Hafiz Mahendra dan kekasihnya yang berasal dari luar Jakarta saat itu hendak menuju Ancol untuk berlibur.
Terkait mobil yang terdaftar dengan pelat Jakarta, Roby menjelaskan kendaraan tersebut diduga dibeli di Jakarta oleh pemilik ber-KTP Jakarta.
“Jadi mobil itu ada namanya identitas mobil. Mula dari belinya, frakturnya, nomor rangka, nomor mesin, didaftarkan ke pemerintah. Dikasih lah nopol sama polisi. Nah penomoran polisinya itu di Jakarta karena dia daftarnya pakai KTP Jakarta,” jelas Roby.
Namun saat kejadian, TNKB yang dipasang justru pelat berkode D yang tidak sesuai dengan nomor rangka dan mesin kendaraan.
“Sehingga namanya itu pemalsuan surat, atau pemalsuan identitas kendaraannya,” kata Roby.
Saat diperiksa, Hafiz diketahui tidak membawa dokumen berkendara seperti SIM dan STNK.
KTP diduga palsuKartu tanda penduduk (KTP) yang dibawanya juga diduga palsu setelah diverifikasi menggunakan teknologi face recognizer.
Menurut Roby, nama pada KTP tersebut berinisial HF dan berdomisili di Sidoarjo.
“Ada data di KTP itu tidak sesuai dengan pengemudi itu. Jadi patut diduga KTP-nya palsu. Setelah dicek face recognizer, mukanya dan identitas aslinya bukan yang ada pada KTP,” tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, mobil Toyota Calya warna hitam yang melawan arah dan dikejar massa di Jalan Gunung Sahari, Sawah Besar, Jakarta Pusat, viral pada Rabu.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @lintasjakartaupdate, mobil tersebut terlihat melaju kencang dalam kondisi melawan arah di jalan yang padat kendaraan.
Mobil sempat menyerempet sejumlah mobil dan sepeda motor sebelum akhirnya berhenti setelah dikejar warga dan petugas kepolisian.
Pengemudi Calya, Hafiz mengaku terpaksa melawan arah karena takut ditilang polisi akibat tak membawa SIM dan STNK.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




