Pantau - Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan tujuh komandan militer senior Iran meninggal dunia akibat serangan bersama Amerika Serikat dan Israel yang diumumkan pada Minggu, 1 Maret 2026.
IRGC menyampaikan pernyataan resmi yang dikutip kantor berita IRNA terkait wafatnya para perwira tinggi tersebut.
Dalam pernyataannya, IRGC menyampaikan, "Bangsa Iran menyampaikan belasungkawa ... atas wafatnya sekelompok komandan angkatan bersenjata Iran yang tercinta dan pemberani yang tewas dalam serangan brutal oleh rezim kriminal Amerika Serikat dan Israel.", ungkapnya.
IRGC memastikan tujuh personel berpangkat tinggi tewas dalam serangan yang terjadi pada Sabtu sebelumnya tersebut.
Amerika Serikat dan Israel pada Sabtu melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah target di dalam wilayah Iran termasuk ibu kota Teheran.
Serangan itu dilaporkan menyebabkan kerusakan infrastruktur serta menimbulkan korban sipil di sejumlah lokasi terdampak.
Berdasarkan keterangan foto resmi IRNA yang dilaporkan sebelumnya, serangan Israel di Teheran menewaskan Komandan IRGC Jenderal Hossein Salami dan pemimpin markas pusat militer Khatam al-Anbiya Iran Jenderal Gholam-Ali Rashid.
Sebagai respons atas serangan tersebut, Iran melancarkan rudal ke wilayah Israel dan menargetkan fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.




