Kisah Inspiratif Try Sutrisno: Dari Penjual Koran hingga Wakil Presiden RI

mediaindonesia.com
4 jam lalu
Cover Berita

Try Sutrisno dikenal sebagai sosok yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda dalam meraih cita-cita, meski berasal dari latar belakang sederhana. Pria yang pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia itu lahir di Surabaya pada 15 November 1935. Ia merupakan putra dari Subandi, seorang sopir ambulans, dan Mardiyah, yang merupakan ibu rumah tangga.

Masa kecil Try tidaklah mudah. Ketika Belanda melancarkan agresi militer, ia bersama keluarganya harus meninggalkan Surabaya dan pindah ke Mojokerto. Di sana, ayahnya bekerja sebagai petugas medis di Batalyon Angkatan Darat Poncowati.

Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas memaksa Try berhenti sekolah. Ia harus membantu memenuhi kebutuhan hidup dan mulai mencari penghasilan dengan berjualan rokok dan koran.

Baca juga : Profil Lengkap Mendiang Try Sutrisno, Wakil Presiden dengan Latar Militer

"Saya enterpreneurship tanpa modal waktu itu. Apa usaha yang tanpa modal? Saya berjualan air bersih pakai kendi. Sampai akhirnya bertahap meningkat berjualan koran di kereta api dan meningkat berjualan rokok," kata Try beberapa waktu lalu.

Terobosan ia lakukan pada usia 13 tahun. Try tertarik bergabung dengan Batalyon Poncowati untuk ikut berjuang melawan penjajah. Meski belum diterima sebagai prajurit, ia dipercaya menjalankan tugas sebagai kurir. Perannya meliputi mengumpulkan informasi di wilayah pendudukan Belanda serta mengambil obat untuk tentara Indonesia.

Ketika Mojokerto diduduki Belanda, Try kembali berpindah bersama ayahnya ke Kediri. Untuk bertahan hidup, ia bekerja sebagai pesuruh di Batalyon Poncowati, mulai dari membersihkan sepatu hingga mengantar makanan.

Baca juga : Fakta Try Sutrisno: Pernah Viral karena tidak Disalami Jokowi

Selain itu, ia juga menjalankan tugas sebagai kurir sekaligus anggota penyelidik dalam, dengan tanggung jawab mencari informasi di wilayah pendudukan Belanda dan menyampaikannya kepada para pejuang kemerdekaan.

"Saya diperintahkan membawa dokumen yang harus melewati garis batas antara Indonesia dan Belanda. Saat usia saya yang masih kecil itu, saya sudah punya siasat, tidak mungkin saya lewat jalan besar karena pasti tertangkap. Akhirnya saya putuskan dengan menyusuri sawah," paparnya.

Kini, Try Sutrisno telah tiada. Namun, perjalanan hidupnya yang inspiratif sejak usia muda menunjukkan ketangguhan dan semangat juang yang kelak mengantarkannya menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia.

Try Sutrisno meninggal dunia pada usia 90 tahun 3 bulan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Senin (2/3). Almarhum mengembuskan napas terakhir di Ruang CICU Kamar 207 Lantai 2 pada pukul 06.58 WIB, setelah sebelumnya mengalami penurunan kondisi kesehatan. (E-3)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ini Fakta Kandungan Minyak Sawit yang Jarang Diketahui Publik
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Gelar Serap Aspirasi, Misbakhun Ajak Konstituen Sukseskan KDMP dan MBG
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Marco Bezzecchi Mendominasi MotoGP Thailand 2026, Marc Marquez Alami Ban Bocor
• 21 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Empat Skenario Tekanan Rupiah Akibat Perang AS-Israel vs Iran
• 1 jam lalukompas.id
thumb
Tetap Main Padel Saat Puasa? Simak Dulu Saran dari Dokter
• 2 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.