Waspada! BMKG Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi hingga 4 Meter di Perairan NTT

metrotvnews.com
8 jam lalu
Cover Berita

Kupang: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi gelombang laut dengan ketinggian mencapai empat meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT). Peringatan ini berlaku mulai Senin, 2 Maret hingga Kamis, 5 Maret 2026.

Kepala Stasiun Meteorologi Maritim Tenau Kupang, Yandri Anderudson Tungga mengatakan ketinggian gelombang laut tersebut harus diwaspadai oleh para pelaku pelayaran, terutama kapal logistik dan nelayan, guna meminimalkan risiko kecelakaan laut.

Ia menjelaskan gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4,0 meter berpeluang terjadi di sejumlah titik. Wilayah yang perlu diwaspadai meliputi Selat Sape bagian Selatan, perairan Selatan Flores, perairan Selatan Alor-Pantar, Selat Sumba bagian Barat, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan Selatan Sumba, perairan Utara Sabu-Raijua, perairan Selatan Sabu-Raijua, perairan Utara Timor, perairan Utara Kupang-Rote, serta perairan Selatan Timor-Rote.
 

Baca Juga :

Waspada Banjir Rob di Pesisir NTB, BMKG Keluarkan Peringatan Dini hingga 4 Maret


"Pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari Barat Daya menuju Barat Laut dengan kecepatan angin berkisar 8-40 knot," kata Yandri di Kupang seperti dilansir Antara, Senin, 2 Maret 2026.

Kecepatan angin tersebut, kata dia, berpotensi meningkatkan gelombang laut di wilayah perairan NTT. Untuk itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini dan mengingatkan para pengguna perahu nelayan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama jika kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter.


Ilustrasi Gelombang Tinggi Medcom.id

"Operator kapal tongkang juga diimbau untuk waspada apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter," katanya.

Sementara itu, nahkoda kapal feri diminta meningkatkan kewaspadaan apabila kecepatan angin mencapai 21 knot dan tinggi gelombang mencapai 2,5 meter.

“Waspada juga terhadap awan kumulonimbus yang dapat meningkatkan tinggi gelombang secara perubahan arah dan kecepatan angin secara signifikan dan tiba-tiba,” kata dia.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Suami Ditemukan Tewas di Dalam Rumah Mewah Bekasi, Istri Kritis
• 7 jam lalukompas.com
thumb
Pesan Mantan Wapres RI ke-6 Try Sutrisno untuk Generasi Muda Sebelum Meninggal Dunia
• 6 jam laluviva.co.id
thumb
Catherine O’Hara Raih Penghargaan Actor Award 2026 lewat ‘The Studio’, Satu Bulan Setelah Kematiannya
• 9 jam lalumediaindonesia.com
thumb
J&T Express Laporkan Dugaan Penggelapan dan Pencurian ke Polres Metro Jakarta Utara
• 6 jam laludisway.id
thumb
Makin Mahal! Harga Beras Grosir & Eceran Kompak Naik Februari 2026
• 4 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.