Ponorogo: Tim Gegana dari Satuan Brimob Polda Jawa Timur diterjunkan ke lokasi ledakan petasan di Kabupaten Ponorogo. Pengerahan tim ini bertujuan untuk mendalami penyebab ledakan yang menewaskan satu orang korban serta memastikan keamanan lingkungan sekitar dari sisa bahan peledak.
Pada Senin pagi, 2 Maret tim Gegana menyisir lokasi kejadian yang berada di Desa Plosojenar, Kecamatan Kauman, Kabupaten Ponorogo. Dalam proses pemeriksaan tersebut, tim didampingi oleh petugas kepolisian dari sektor setempat. Seluruh area, termasuk pekarangan rumah, diperiksa secara teliti untuk memastikan tidak ada lagi bahan peledak yang tersisa.
Komandan Detasemen Gegana Satbrimob Polda Jawa Timur, Kompol Dian Vicky Sandhi, mengungkapkan hasil temuan sementara dari lokasi ledakan.
Baca Juga :
Ledakan Petasan Rakitan di Ponorogo, Seorang Remaja Tewas
"Berdasarkan identifikasi tim, bahan kimia yang digunakan sebagai bubuk mercon termasuk dalam kategori low explosive atau bahan peledak rendah. Bahan berjenis Black Powder tersebut diduga merupakan campuran dari beberapa bahan kimia yang dijual bebas di pasaran," kata Kompol Dian di Ponorogo, Senin, 2 Maret 2026.
Diketahui, insiden ledakan petasan rakitan ini terjadi pada Minggu sore, 1 Maret 2026. Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang korban meninggal dunia dan dua orang lainnya mengalami luka-luka.
Para korban diduga meracik sendiri bahan peledak tersebut dengan rencana awal untuk menerbangkannya bersama balon udara saat perayaan Hari Raya Idulfitri.
Ilustrasi Medcom.id




