PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) melaporkan kinerja solid sepanjang 2025. Produsen Tolak Angin ini mencatat laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp1,22 triliun, naik 4,96% dibandingkan capaian 2024 sebesar Rp1,17 triliun.
Kenaikan laba turut mengangkat laba per saham dasar dari Rp39,03 pada 2024 menjadi Rp41,36 per saham pada 2025.
Dari sisi penjualan, SIDO membukukan pendapatan Rp4,07 triliun sepanjang 2025, meningkat 4,09% dibandingkan Rp3,91 triliun pada tahun sebelumnya.
Kontributor terbesar berasal dari segmen jamu herbal dan suplemen senilai Rp2,49 triliun. Disusul makanan dan minuman Rp1,45 triliun serta farmasi Rp128,27 miliar.
Baca Juga: Daya Beli Lemah, Laba Sari Roti (ROTI) Tergerus Sisa Rp258,51 Miliar di 2025
Seiring pertumbuhan penjualan, beban pokok pendapatan juga meningkat menjadi Rp1,71 triliun dari Rp1,61 triliun pada 2024. Meski demikian, laba bruto tetap naik menjadi Rp2,36 triliun dibandingkan Rp2,3 triliun secara tahunan. Laba usaha pun menguat menjadi Rp1,54 triliun dari Rp1,47 triliun.
Pada sisi neraca, total aset tercatat Rp3,68 triliun, turun dari Rp3,93 triliun. Liabilitas meningkat menjadi Rp561,44 miliar dari Rp451,78 miliar, sementara ekuitas tercatat susut menjadi Rp3,12 triliun dari Rp3,48 triliun pada tahun sebelumnya.
Dengan pertumbuhan laba dan penjualan yang tetap positif, SIDO menunjukkan daya tahan bisnisnya di tengah dinamika pasar, ditopang oleh lini herbal dan suplemen yang masih menjadi tulang punggung kinerja Perseroan.
Baca Juga: Emiten Sawit Grup Salim (LSIP) Panen Laba Rp1,88 Triliun pada 2025





