SD khusus perempuan Shajareh Tayyebeh di Distrik Minab, Iran Selatan, turut jadi sasaran bom dalam konflik Israel-Amerika vs Iran. The Guardian melansir, bom meledak pada Sabtu (28/2) pagi, saat pelajaran sedang berlangsung.
Para orang tua yang baru saja pulang usai mengantar anak ke sekolah, segera kembali dan mendapati gedung sekolah telah runtuh. Kabar ini sungguh menyayat hati. Anak-anak tak bersalah harus menjadi korban atas hal-hal yang mereka tidak pahami.
"Ini adalah kabar yang sangat menyakitkan. Berapa banyak lagi mayat anak-anak yang akan mereka temukan dari bawah reruntuhan," ujar Jubir Kemenkes Iran, Hossein Kermanpour.
Hingga kini masih banyak korban yang tertimbun reruntuhan. Sehingga jumlah korban masih terus berubah, namun terakhir dikabarkan sebanyak sekitar 160 orang.





