FAJAR, PALOPO — Pasca Lebaran, film lokal bergenre kolosal berjudul “Macan Betina dari Timur” akan mulai diproduksi di Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Film ini diadaptasi dari novel karya Sarma Hadeang yang mengangkat kisah nyata perjuangan pahlawan perempuan dari Tanah Luwu, yakni Opu Daeng Risadju.
Film ini mengisahkan perjalanan hidup Opu Daeng Risadju sejak sekitar tahun 1880 hingga 1964, dengan fokus pada perjuangannya melawan penjajahan Belanda dan Jepang di Tanah Luwu. Mengusung skala produksi kolosal, film ini akan melibatkan artis-artis nasional dari Jakarta yang berkolaborasi dengan para pemain daerah dari Makassar dan Palopo.
Produksi film ini digarap oleh PH Pagi Pagi Kreatif asal Jakarta, bekerja sama dengan Yayasan Wanua Tana Luwu yang diketuai oleh Sarma Hadeang. Kolaborasi juga dilakukan di balik layar, dengan melibatkan kru dari Jakarta, Makassar, dan Palopo.
Film ini akan disutradarai oleh Rimba Brother—Joni, Dedit, dan Sony—dari Jakarta. Sebelumnya, mereka baru saja menyelesaikan proses syuting film terbaru berjudul “Twist Stethoscope (Cinta di Ujung Takdir)”, yang mengambil lokasi di Makassar dan Gowa.
Tim produksi Film Opu Dg Risadju dari MakassarSutradara Sony F. Rimba mengungkapkan, bahwa proyek ini menjadi salah satu karya penting yang mengangkat kisah nyata perjuangan tokoh perempuan dari Indonesia Timur.
Sementara itu, Line Producer Hamka Pradifta menyampaikan bahwa setelah Lebaran pihaknya akan menggelar open casting di dua lokasi, yakni Kota Makassar dan Kota Palopo. Setelah proses seleksi pemain, tim produksi akan melakukan survei lokasi di sejumlah wilayah, antara lain Palopo, Belopa, Masamba, Malili, Parepare, dan Makassar.
Sarma Hadeang selaku pimpinan Yayasan Wanua Tana Luwu sekaligus penulis novel Opu Daeng Risadju menjelaskan bahwa tujuan utama produksi film ini adalah untuk menanamkan dan melestarikan nilai-nilai perjuangan sang pahlawan kepada generasi muda.
Rencananya, film “Macan Betina dari Timur” akan tayang serentak di jaringan bioskop XXI di seluruh Indonesia, termasuk di Platinum XXI Palopo. (*)





