Tiga kapal diserang di Selat Hormuz pada Minggu (1/3), di tengah eskalasi konflik Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran.
Badan Keamanan Maritim Inggris (UKMTO), menyebut salah satu kapal diserang di lepas pantai Oman. Sebuah proyektil menghantam kapal tersebut.
“Kapal itu terkena proyektil yang tidak diketahui di atas garis air. Meski ruang mesin awalnya dilaporkan terbakar, kini api telah berhasil dikendalikan,’ kata UKMTO dalam pernyataannya, dikutip dari AFP, Senin (2/3).
UKMTO juga menyebut, kapal lain pun menjadi sasaran serangan serupa.
“Kapal tersebut terkena proyektil yang tidak diketahui yang menyebabkan kebakaran. Api telah dipadamkan dan kapal berniat melanjutkan pelayarannya,” ujarnys.
Perusahaan keamanan maritim swasta Vanguard Tech menyebut kapal kedua merupakan sebuah kapal tanker yang berada sekitar 17 mil laut di barat laut Mina Saqr, Uni Emirat Arab.
Tak lama berselang, UKMTO kembali melaporkan adanya ledakan di dekat kapal lain. Proyektil itu disebut meledak sangat dekat dengan sebuah kapal sekitar 35 mil laut di barat kota Sharjah, Uni Emirat Arab.
UKMTO memastikan kondisi awak kapal dalam insiden tersebut aman. Seluruh kru dilaporkan selamat dan tidak mengalami cedera.
Sementara itu, televisi pemerintah Iran melaporkan sebuah kapal tanker minyak mengalami kerusakan parah setelah terkena serangan saat melintasi Selat Hormuz.
“Nasib kapal tanker minyak pelanggar yang terkena serangan saat berupaya melintas secara ilegal di Selat Hormuz kini tenggelam,” ungkapnya.
Selat Hormuz merupakan jalur vital perdagangan energi global. Sekitar seperempat pasokan minyak dunia dan seperlima gas alam cair (LNG) global melintasi jalur tersebut.
Sehari sebelumnya, Garda Revolusi Iran mengumumkan penutupan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Iran memperingatkan kawasan itu menjadi berbahaya akibat serangan AS dan Israel yang terus berlanjut.




