jpnn.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tengah mengantisipasi dampak konflik Iran-Israel yang terjadi beberapa waktu terakhir.
Menurut dia, kondisi itu mempengaruhi pasokan energi, khususnya terkait penutupan Selat Hormuz oleh Iran.
BACA JUGA: Konflik Iran Memanas, Presiden Prabowo Panggil Bahlil Bahas Nasib Pasokan BBM Nasional
Penutupan Selat Hormuz berpotensi memengaruhi pasokan minyak dunia, termasuk kebutuhan impor Indonesia menjelang Lebaran.
Hal itu pun dilaporkan Bahlil kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, pada Senin (2/3).
BACA JUGA: Harga BBM Pertamax Naik Mulai Hari Ini, Bukan Hanya RON 92
“Menyangkut dengan penutupan Selat Hormuz Iran, karena ini juga antisipasi tentang pasokan minyak dunia. Bagaimanapun kita masih melakukan impor sebelum Lebaran,” ujar Bahlil.
Ketua Umum Partai Golkar itu menuturkan, pemerintah telah memantau pergerakan harga minyak mentah dunia.
BACA JUGA: THR PPPK Paruh Waktu, Daerah Ini Siapkan Rp 60,8 Miliar
Saat ini, harga minyak jenis Brent terpantau mulai mengalami kenaikan secara perlahan.
“Perlahan-lahan sebagian sudah ada perubahan harga naik” kata dia.
Terkait cadangan BBM nasional, Bahlil memastikan kondisinya masih dalam batas aman.
Dia menyebut stok BBM nasional saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sekitar 20 hari ke depan.
“(Cadangan BBM nasional) masih cukup, 20 hari,” tuturnya.
Soal dampak terhadap subsidi energi, Bahlil menegaskan hingga saat ini belum ada masalah.
Untuk langkah mitigasi, Bahlil memastikan akan menggelar rapat bersama Dewan Energi Nasional (DEN).
Hasil rapat tersebut nantinya akan menjadi dasar analisis dan kajian pemerintah dalam mengambil kebijakan lanjutan. (mcr4/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Dasco Minta Impor Pikap untuk Kopdes Ditunda, Dirut Agrinas Pangan Ungkap Diagram Rahasia
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Ryana Aryadita Umasugi




