Liputan6.com, Jakarta - Akhir-akhir ini menu program makan bergizi gratis (MBG) banyak mendapat sorotan dari masyarakat. Komposisi menu yang disajikan, dinilai jauh dari standar pemenuhan gizi harian anak-anak.
Gelombang protes bermunculan di berbagai daerah. Keluhan datang dari para orang tua penerima manfaat.
Advertisement
Di antaranya di Bekasi, Jawa Barat, serta Pontianak, Kalimantan Barat. Dikutip dari Fokus Indosiar, terlihat menu MBG hanya berisi kurma berjumlah lima butir, klengkeng tiga butir dan satu jeruk.
Bahkan di Bogor Jawa Barat, kaum ibu mendatangi langsung dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Jonggol, untuk meminta penjelasan langsung
Protes dilayangkan karena menu MBG yang diberikan jauh dari kata layak. Dalam satu paket menu, hanya berisi tiga butir buah klengkeng, tiga kurma, satu potong roti dan satu botol kecil jeli.
Merespons keluhan tersebut, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) pastikan telah melakukan konsolidasi ke jumlah SPPG untuk perbaikan.
"Kami tidak ragu-ragu untuk menegur. Bahkan di bulan Ramadan ini ada kejadian di mana SPPG kami stop karena kualitas menunya yang jelek," kata Kepala BGN Dadan Hindayana.
Dalam setiap menu MBG bakal disertakan harga beserta angka kecukupan gizi dari hidangan yang disajikan. Selama Ramadan menu yang disajikan diharapkan memenuhi sekitar sepertiga kebutuhan gizi harian.




