Jakarta, VIVA – Kedutaan Besar Jepang di Jakarta mengatakan bahwa masyarakat Jepang saat ini menyadari bahwa komunitas Muslim Indonesia di Jepang adalah komunitas yang pekerja keras, jujur dan baik hati.
Pernyataan itu disampaikan oleh Kuasa Usaha Ad Interim Myochin Mitsuru saat ditanya tentang pendapatnya tentang komunitas Muslim Indonesia, dalam acara Buka Bersama Kedutaan Besar Jepang di Jakarta bersama Tokoh Islam Indonesia, Senin.
Dia mengaku tidak begitu mengenal komunitas Muslim Indonesia, baik di Indonesia maupun di Jepang, karena baru beberapa bulan bertugas di Jakarta.
Sementara, sebagian besar pekerja asing di Jepang pada masa lalu banyak berasal dari Vietnam.
Namun, statistik di Jepang menunjukkan bahwa jumlah pekerja asal Indonesia di Jepang meningkat pesat. Saat ini, jumlah pekerja Indonesia di Jepang telah mencapai 180.000 orang.
"Sebenarnya, peningkatannya adalah nomor satu di Jepang," kata dia.
Hal itu menunjukkan bahwa pekerja Indonesia, yang sebagian besar Muslim, dapat diterima dengan baik di Jepang.
Myochin mengatakan bahwa orang Jepang, khususnya di daerah pedesaan, menilai bahwa orang Muslim, termasuk masyarakat Indonesia, adalah pekerja keras, jujur dan baik hati.
"Jadi, itulah mengapa, seperti yang bisa Anda bayangkan, orang Jepang, di daerah pedesaan, semacam daerah yang sangat tradisional, daerah konservatif, tetapi mereka menerima begitu banyak orang Indonesia. Itu membuktikan bahwa orang Jepang sekarang tidak ragu-ragu untuk menerima orang Muslim, tentu saja, termasuk orang-orang dari Indonesia," katanya.
Acara Buka Bersama di Kediaman Duta Besar Jepang untuk Indonesia dihadiri oleh para tokoh dari organisasi Islam Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, serta para akademisi dari perguruan tinggi Islam seperti dari Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), Universitas Paramadina dan lainnya.
Ajang tersebut diselenggarakan untuk memperkuat hubungan persaudaraan masyarakat Jepang dan komunitas Muslim di Indonesia. (Ant)





