Saham Batu Bara Ikut Terkerek, AADI Melonjak 7 Persen

idxchannel.com
6 jam lalu
Cover Berita

Saham-saham tambang batu bara turut menguat seiring lonjakan harga energi global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Saham Batu Bara Ikut Terkerek, AADI Melonjak 7 Persen. (Foto: Freepik)

IDXChannel - Saham-saham tambang batu bara turut menguat pada Senin (2/3/2026) seiring lonjakan harga energi global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Menurut data per pukul 09.50 WIB, saham PT Golden Eagle Energy Tbk (SMMT) memimpin kenaikan, dengan melonjak 16,89 persen ke Rp1.315 per unit.

Baca Juga:
Konflik Timur Tengah Bayangi IHSG, Analis Soroti Saham MEDC hingga ANTM

Diikuti PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) yang naik 7,30 persen menjadi Rp9.925 per unit, serta PT Bumi Resourves Tbk (BUMI) yang menguat 3,10 persen ke Rp266 per unit.

Saham INDY juga naik 3,00 persen ke Rp3.780 per unit, sementara ADRO bertambah 1,71 persen dan PTBA naik 1,54 persen.

Baca Juga:
Konflik Iran Kerek Saham Tambang Emas ANTM‑BRMS Cs

Saham-saham lainnya ikut menguat, dengan ITMG naik 0,99 persen, ADMR 0,95 persen, ABMM 0,69 persen, dan HRUM naik 0,43 persen.

Eskalasi konflik AS dan Israel terhadap Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menjadi pemicu repricing risiko global, di mana investor mulai menilai ulang ekspektasi harga energi dan sentimen risiko di pasar saham serta komoditas.

Baca Juga:
Saham Migas ELSA-MEDC Cs Terbang hingga Gap Up di Tengah Konflik Iran

Kenaikan tajam harga minyak seringkali juga ikut mengangkat risiko terhadap komoditas energi lainnya, termasuk batu bara.

Selama ketegangan meningkat, harga energi secara umum naik karena investor memindahkan modal ke komoditas yang dianggap lebih aman atau memperoleh permintaan kuat jika pasokan energi fosil lain terganggu.

Sementara itu, harga batu bara menembus USD119 per ton pada akhir Februari, mencapai level tertinggi sejak Desember 2024, seiring ekspektasi permintaan global yang tetap kuat mengalahkan tekanan peralihan menuju energi bersih.

Mengutip Trading Economics, China, produsen dan konsumen batu bara terbesar dunia, terus menambah kapasitas pembangkit listrik berbahan bakar batu bara, di tengah prioritas Beijing pada keamanan energi dan keandalan jaringan listrik.

Investor juga menantikan arahan permintaan dari pertemuan parlemen China yang akan datang.

Pertemuan tahunan “Two Sessions” dijadwalkan berlangsung mulai 4 Maret hingga sekitar 11 Maret, di mana pemerintah diperkirakan akan merilis Rencana Lima Tahun ke-15 yang memaparkan tujuan kebijakan untuk 2026-2030.

Di Amerika Serikat (AS), Presiden Donald Trump mengambil langkah mendukung sektor pembangkit listrik batu bara yang tengah tertekan, dengan mengalokasikan USD 175 juta untuk memodernisasi enam pembangkit serta mengarahkan Departemen Pertahanan AS membeli listrik dari fasilitas tambahan. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Atarimae dan Kesadaran Menjaga Lingkungan
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Bus Ugal-ugalan Sambil Telolet di Ciputat: Diminta Bus Mania, Ditilang Polisi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Apa Dampak Ekonomi Perang di Timur Tengah bagi Indonesia?
• 3 jam lalukompas.id
thumb
Viral Narasi BoP Terlibat Konflik AS-Israel dengan Iran, Hasil Cek Fakta: Konten DFK!
• 1 jam laluokezone.com
thumb
Jumlah Korban Bertambah, DPR dan Menpora Pastikan Kasus Kekerasan Atlet Diusut Tuntas
• 18 jam laluviva.co.id
Berhasil disimpan.