REPUBLIKA.CO.ID, NABIRE, – Aparat gabungan TNI-Polri intensif mengejar kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang dipimpin oleh Aibon Kogoya di wilayah Kabupaten Nabire setelah operasi penegakan hukum pada Minggu (1/3). Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Tengah Kombes Pol Gustaf R. Urbinas menyatakan bahwa kelompok ini masih berada di sekitar Nabire dan menjadi target pengejaran untuk menjaga stabilitas keamanan.
Operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan terhadap tambang emas PT Kristalin di Lagari pada Sabtu (21/2), yang menyebabkan dua orang tewas dan perampasan senjata. Setelah penyerangan, kelompok KKB ini berpindah ke area Kali Nabarua, Nabire, dan diduga melakukan pertemuan serta penggalangan dukungan logistik.
Operasi gabungan ini melibatkan Satgas Operasi Damai Cartenz (ODC) Polri dan Satgas Rajawali Mambri dari TNI. Dalam prosesnya, terjadi kontak tembak yang membuat aparat berhasil menguasai lokasi kamp dan mengamankan barang bukti berupa 561 butir amunisi, 10 magazen, 12 unit telepon genggam, lima alat komunikasi, serta uang tunai puluhan juta rupiah.
Wakil Panglima Koops Habema Brigjen TNI Riyanto menambahkan bahwa dalam kontak tembak tersebut, satu anggota terluka namun sudah mendapatkan perawatan medis dan kondisinya pulih.
Aparat gabungan menegaskan bahwa pengejaran akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan di Papua Tengah tetap terjaga.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.