Bisnis.com, SURABAYA – Asosiasi Muslim Perjalanan Haji dan Umrah (AMPHURI) Jawa Timur membeberkan sejumlah jadwal penerbangan bagi jemaah umrah dibatalkan imbas serangan militer gabungan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran yang menyebabkan pembatasan ruang udara di kawasan Jazirah Arab.
Ketua DPD AMPHURI Jatim Mohammad Sufyan Arief menjelaskan sejumlah jadwal penerbangan umrah tersebut telah dibatalkan sejak Sabtu (28/2/2026).
Sejumlah rute penerbangan menuju Arab Saudi yang dibatalkan tersebut antara lain transit di AMM - Amman, KWI - Kuwait, DXB - Dubai, AUH - Abu Dhabi, DOH - Doha, BAH - Bahrain, SVO - Moscow, dan PEW - Peshawar.
"Mulai keberangkatan yang kemarin Sabtu. [Penerbangan jamaah umrah] yang transit melalui ini semua [sejumlah rute yang dibatalkan] cancel," beber Arief, Senin (2/3/2026).
Arief menjelaskan bahwa tidak seluruh penerbangan jemaah umrah terdampak. Sejumlah penerbangan langsung (direct flight) keberangkatan atau kepulangan dari Arab Saudi masih beroperasi.
"Untuk pesawat yang direct flight, Alhamdulillah masih terbang. Seperti, [maskapai penerbangan] Garuda, Saudia, dan Lion Air," ungkapnya.
Baca Juga
- Ada 43.363 Orang Siap Umrah, Pemerintah Imbau Jemaah Tunda Keberangkatan hingga Situasi Kondusif
- Biro Umrah Ikuti Imbauan
- Kemenhaj: 6.047 Jemaah Umrah Sudah Pulang ke Tanah Air melalui 17 Penerbangan
Mengenai total jumlah jamaah umrah yang terdampak, khususnya yang berasal dari Provinsi Jawa Timur, Arief menyatakan pihaknya belum dapat memastikan jumlahnya karena beberapa direct flight masih sempat berjalan.
Tak hanya itu, lanjut Arief, terdapat pula jamaah mandiri yang keberangkatannya belum dapat dipastikan jumlahnya karena tidak melalui penyelenggara resmi.
"Data resmi terkait jemaah yang terdampak berada di Kementerian Agama melalui sistem Siskopatuh. Pembatalan umumnya terjadi pada penerbangan yang menggunakan maskapai seperti Emirates, Etihad, dan Qatar Airways," paparnya.
Lebih lanjut, AMPHURI hingga saat ini masih menunggu kepastian keberangkatan penerbangan menuju Arab Saudi pascakonflik bersenjata yang berkecamuk di Jazirah Arab.
Selain itu, biro perjalanan juga harus menghadapi sejumlah konsekuensi tambahan biaya imbas pembatalan rute penerbangan, utamanya berkaitan dengan akomodasi. Arief menjelaskan manajemen hotel di Arab Saudi tidak mempertimbangkan pengembalian dana (refund) dengan alasan pembatalan.
"Karena saat ini memasuki bulan Ramadan yang merupakan high season. Artinya, kamar tetap dianggap terpakai atau tidak, pembayaran sudah lunas dan sulit untuk dikembalikan. Pada dasarnya, seluruh pihak, baik travel maupun jemaah, berharap tetap bisa berangkat ke Tanah Suci selama situasi memungkinkan," pungkasnya.





