Dubes Iran: Kami tak Serang Negara Arab, Musuh Kami AS dan Israel

republika.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Republik Islam Iran menyayangkan sikap sejumlah negara Arab yang menyudutkan Teheran, menyusul serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di kawasan Teluk. Iran menegaskan, serangan tersebut bukan ditujukan kepada negara-negara tetangga, melainkan kepada militer AS yang menggunakan wilayah mereka sebagai basis operasi.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengatakan, langkah militer yang ditempuh Teheran merupakan bentuk perlawanan atas serangan yang lebih dahulu dilancarkan AS bersama Israel dari pangkalan-pangkalan di kawasan tersebut.

Baca Juga
  • Survei: Mayoritas Warga AS Tolak Serangan ke Iran, Tingkat Kepuasan terhadap Trump Anjlok
  • Dubes Iran: Kami tidak Lagi Percaya Perundingan dengan Amerika Serikat
  • Enam Tentara AS Tewas Kena Serangan Balasan Iran

“Kami tidak menyerang tetangga-tetangga kami. Musuh kami adalah Amerika Serikat dan Zionis Israel,” ujar Boroujerdi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Menurut dia, dalam sejarah Republik Islam Iran tidak pernah ada catatan agresi terhadap negara-negara Arab di kawasan. Namun, ia menilai AS selama ini memanfaatkan wilayah negara-negara Teluk untuk membangun pangkalan militer yang digunakan untuk mengintimidasi Iran.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Boroujerdi menyebutkan bahwa dari pangkalan-pangkalan militer AS di wilayah Arab itulah rudal-rudal ditembakkan ke Iran bersama Israel. Karena itu, Teheran merasa memiliki hak untuk membalas dengan menargetkan fasilitas militer AS yang menjadi titik awal serangan.

“Kami menggunakan hak kami untuk menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika di kawasan yang menjadi sumber serangan terhadap Iran. Kami tetap memiliki hubungan yang sangat baik dengan negara-negara tetangga. Namun mereka membiarkan AS menggunakan pangkalannya untuk menyerang kami,” kata dia.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bagaimana Lanskap Ekonomi dan Pola Konsumsi Masyarakat pada Ramadhan 2026?
• 24 menit lalukompas.id
thumb
KPK Turun Tangan Petakan Celah Korupsi Program MBG
• 13 jam laluliputan6.com
thumb
Tetap Main Padel Saat Puasa? Simak Dulu Saran dari Dokter
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Fariz RM Ungkap Perubahan Usai Bebas dari Penjara: Bertobat dan Hijrah
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Guru Besar hingga Akademisi UGM Tegas Menolak Keikutsertaan Indonesia dalam BoP: Ancam Kedaulatan Negara!
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.