Bisnis.com, JAKARTA—Emiten CPO PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk. (SMAR) membukukan kenaikan penjualan bersih pada 2025 yang berimbas terhadap lonjakan laba bersih perseroan.
Berdasarkan laporan keuangan per 31 Desember 2025, penjualan bersih SMAR mencapai Rp86,94 triliun. Realisasi itu naik 10,28% year-on-year (YoY) dari Rp78,83 triliun pada 2024.
Penjualan bersih SMAR terdiri atas penjualan domestik produk kelapa sawit dan usaha lainnya Rp46,04 triliun dan penjualan ekspor Rp40,9 triliun.
Penjualan SMAR yang melebihi 10% dari jumlah penjualan bersih adalah kepada Golden Agri International Pte. Ltd. (GAI) sebesar 33,28% pada 2025. Penjualan kepada GAI dilaporkan sebagai bagian dari segmen operasi untuk integrasi usaha produk konsumen dan aktivitas perdagangan.
Pada 2025, beban pokok penjualan SMAR juga membengkak dari Rp70,82 triliun pada 2024 menjadi Rp76,73 triliun. Selain itu, SMAR juga membukukan beban usaha Rp6,62 triliun, beban bunga dan keuangan lainnya Rp1,04 triliun, serta beban pajak Rp718,08 miliar.
Sejalan dengan tingginya penjualan ekspor dan harga CPO, SMAR membukukan beban usaha pembayaran bea keluar dan pungutan sebesar Rp2,68 triliun pada 2025.
Alhasil, laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau laba bersih SMAR pada 2025 sebesar Rp2,58 triliun. Laba bersih itu melonjak 102,19% YoY dari Rp1,27 triliun pada 2024.
Pada akhir 2025, SMAR menggenggam total aset Rp45,2 triliun. Sementara itu, total liabilitasnya Rp22,76 triliun dan total ekuitasnya Rp22,43 triliun.




