Departemen Luar Negeri AS mengatakan warga Amerika perlu dievakuasi karena “risiko keselamatan yang serius.”
EtIndonesia. Departemen Luar Negeri AS pada 2 Maret mendesak setiap warga Amerika yang saat ini berada di lebih dari selusin negara dan wilayah di Timur Tengah untuk segera meninggalkan wilayah tersebut karena “risiko keselamatan yang serius,” seiring perang Iran memasuki hari ketiganya.
Warga Amerika yang berada di Bahrain, Mesir, Iran, Irak, Israel, Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yaman diminta untuk segera berangkat melalui transportasi komersial apa pun yang tersedia, demikian pernyataan Departemen Luar Negeri AS dalam lembar fakta keamanan perjalanan yang diperbarui pada pukul 4 sore (EST) pada Senin.
Mora Namdar, Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Konsuler, mengatakan bahwa warga Amerika yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi lembaga tersebut 24 jam sehari.
Nomor yang dapat dihubungi dari dalam Amerika Serikat atau Kanada adalah +1-888-407-4747, sementara warga Amerika yang berada di luar negeri dapat menghubungi +1-202-501-4444.
“Kami tidak memiliki prioritas yang lebih tinggi selain keselamatan dan keamanan warga Amerika,” kata Namdar dalam sebuah pernyataan pada Sabtu.
Warga negara AS di negara-negara terdampak juga diinstruksikan untuk mendaftar dalam Program Pendaftaran Pelancong Cerdas (Smart Traveler Enrollment Program) Departemen Luar Negeri AS guna memperoleh pembaruan keamanan terbaru.
Para pelancong juga dapat memasukkan rincian perjalanan mereka agar lembaga tersebut dapat menghubungi mereka dengan cepat jika terjadi keadaan darurat.
Pada Senin pagi, Kedubes AS di Beirut memperingatkan bahwa situasi keamanan di Lebanon telah menjadi “tidak stabil dan tidak dapat diprediksi” serta mendesak warga Amerika untuk menghindari perjalanan ke sana dan bagi siapa pun yang berada di dalam negeri itu agar segera pergi.
Bandara Internasional Beirut–Rafic Hariri masih dibuka untuk penerbangan komersial, namun pembatalan dapat terjadi kapan saja.
Warga Amerika dianjurkan untuk memeriksa situs web bandara guna mengetahui penerbangan yang tersedia.
3 Tingkat KeamananDalam pembaruan keamanan perjalanan sebelumnya, Departemen Luar Negeri AS mengelompokkan negara-negara Timur Tengah yang terdampak ke dalam tiga kategori berdasarkan tingkat risiko keselamatan—level 2, 3, dan 4.
Warga Amerika didesak untuk tidak bepergian ke Iran, Irak, atau Lebanon “untuk alasan apa pun,” dan siapa pun yang masih berada di Iran diminta untuk tetap berlindung di tempat (shelter in place).
Warga negara AS di Irak diminta untuk “meningkatkan kewaspadaan, membatasi pergerakan, dan berlindung di tempat bila diperlukan,” sementara siapa pun yang berada di Lebanon diinstruksikan untuk meninggalkan negara tersebut melalui penerbangan komersial, menurut Departemen Luar Negeri.
Warga Amerika juga diminta untuk “mempertimbangkan kembali perjalanan” serta berlindung di tempat jika saat ini tinggal di Bahrain, Israel, Kuwait, dan Qatar.
Mereka yang berada di Pakistan diminta untuk “meningkatkan kewaspadaan” dan “menghindari kerumunan besar” karena beberapa wilayah berada pada level 4, bersama Iran dan Irak.
Mesir, Yordania, Oman, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab ditempatkan pada level 2, yakni “meningkatkan kewaspadaan,” dengan instruksi berlindung di tempat diberlakukan bagi warga Amerika di semua negara tersebut, kecuali di Mesir.
Sumber : Theepochtimes.com





