Bupati Pekalongan Kena OTT, Golkar Minta Kader Jalankan Pemerintahan Sesuai Aturan

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhammad Sarmuji meminta seluruh kader yang memegang jabatan di pemerintahan untuk menjalankan tugas sesuai koridor.

Dia menyatakan, tertangkapnya Bupati Pekalongan Fadia Arafiq oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) harus menjadi pengingat bagi seluruh kader partai yang mendapat amanat di pemerintahan.

“Kami meminta dengan sangat kepada seluruh kader yang memegang amanat pemerintahan untuk menjalankan pemerintahan sesuai koridor tata pemerintahan yang baik,” kata Sarmuji saat dihubungi, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Kena OTT, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Punya Harta Rp 85,6 Miliar

Sarmuji menekankan bahwa Golkar prihatin dan menyesalkan dugaan korupsi oleh Fadia Arafiq hingga membuatnya tertangkap KPK.

“Kami tentu saja prihatin dan menyesal atas kejadian ini,” ucap Sarmuji.

Sarmuji tidak menjelaskan lebih jauh terkait informasi internal partai mengenai kasus tersebut.

Namun, dia menekankan bahwa Golkar memiliki lembaga bantuan hukum yang dapat diakses siapa pun.

“Kami memiliki lembaga bantuan hukum, siapapun boleh meminta bantuan jika merasa perlu,” pungkasnya.

Baca juga: Golkar Prihatin Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Kena OTT KPK

Sebelumnya diberitakan, KPK menangkap Fadia dalam OTT di Jawa Tengah pada Selasa (3/3/2026).

“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya Bupati,” kata Juru Bicara KPK Budi Prasetyo dalam keterangannya, Selasa.

Budi mengatakan, KPK membawa pelantun lagu "Cik Cik Bum Bum" itu dan sejumlah pihak ke Gedung Merah Putih, Jakarta, untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Namun, KPK belum mengungkap perkara yang menjerat Bupati Pekalongan tersebut.

KPK juga belum memerinci barang bukti yang diamankan dalam operasi senyap itu.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Cerita WNI soal Situasi Madinah di Tengah Perang AS-Israel vs Iran | KOMPAS SIANG
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Respons KPK soal Gubernur Kaltim Kembalikan Mobil Dinas Rp 8,49 Miliar
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Hamka B Kady Resmikan Sanitasi LPK dan 28 MCK di Takalar
• 20 jam laluharianfajar
thumb
Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS, Tertekan Sentimen Global
• 1 jam lalutvrinews.com
thumb
Ahok Blak-blakan Soal Kasus LNG: Tidak Ada Pembeli tapi Dibeli
• 19 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.