Tak Berizin dan Diprotes Warga, Lapangan Padel di Cilandak Disegel

kompas.com
12 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com- Pemerintah Kota Jakarta Selatan menyegel lapangan padel di Jalan Haji Nawi, Cilandak, Jakarta Selatan pada Selasa (3/3/2026) pagi.

Penyegelan dimulai pukul 10.30 WIB dengan pemasangan garis peringatan dari Dinas Citata Provinsi DKI Jakarta pada pintu masuk.

Lalu petugas melanjutkan memasang banner merah bertuliskan “Bangunan ini dikenakan penghentian tetap (Disegel)” dari balik pintu kaca.

Kasudin Citata Jakarta Selatan, Andy Lazuardy, mengatakan penyegelan dilakukan karena bangunan tersebut tak mengantongi izin, dan dikeluhkan warga karena berisik.

“Hari ini kami sudah melaksanakan penyegelan di lokasi Fourthwall Padel. Di mana (lapangan) padel ini belum mengantongi izin,” kata Andy kepada wartawan di lokasi, Selasa.

Baca juga: Pemkot Jaksel Segel Lapangan Padel Fourthwall di Cilandak karena Tak Berizin

Menurut dia, langkah ini diambil sesuai dengan aturan yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah RI nomor 16 tahun 2021 tentang Bangunan Gedung dan Peraturan Pemerintah RI nomor 21 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang.

“Sesuai aturan yang ada, PP 16 dan PP 21 itu disegel,” kata dia.

Kepala Seksi Bangunan Gedung Sudin Citata Jaksel, Dertha Eko Wibowo mengatakan, pengelola diharuskan memenuhi syarat-syarat tertentu untuk pihak Sudin Citata dapat menerbitkan izin PBG yang seharusnya sejak awal sudah dimiliki pengelola.

“Ini kami kan sudah di pihak pemilik juga sudah berhubungan sama kami, proses izin juga sudah masuk, memang ada satu syarat yang masih belum dipenuhi. Makanya kami tunggu,” kata Dertha di kesempatan yang sama.

Jika nantinya izin tidak terbit, pemerintah baru bisa menerbitkan surat perintah pembongkaran (SPP).

Penyegelan ini bermula dari keluhan warga yang mengalami gangguan kebisingan dari aktivitas lapangan di bangunan tersebut.

Baca juga: Nasib Padel Cilandak yang Tak Berizin di Ambang Pembongkaran...

Suara pantulan bola ke raket dan dinding yang terbuat dari polycarbonate, teriakan, dan umpatan silih berganti mengagetkan penghuni rumah.

Suara-suara itu dinilai mengganggu kualitas tidur penghuni rumah tersebut.

“Itu terdengar sampai ke rumah kami. Dan itu mengganggu, ya terutama tidur, saat kerja di rumah, apalagi istri saya seringnya bekerja di rumah kan. Mengganggu anak saya, dan itu mengubah pola hidup kita menjadi lebih tidak sehat,” tutur warga terdampak, Idham, saat ditemui di kediamannya, Rabu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Dalam seminggu, mereka bisa membuat tiga laporan berkaitan dengan keluhan ini. Namun, laporan itu tak diindahkan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Panduan Puasa Sehat Bagi Penderita Hipertensi dan Diabetes
• 14 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ledakan Besar Lagi-lagi Guncang Teheran
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Saling Memaafkan, Kasus Majikan Aniaya ART di Jakut Berakhir Damai
• 10 jam laludetik.com
thumb
Tanpa Bantuan Logistik dan Kepastian Pemulangan, DPR Desak Pemerintah Ambil Langkah Konkret Amankan Jemaah Umrah
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Gaji PPPK Nakes di Lingkup Pemprov DKI Jakarta Hanya Kalah dari RS Pondok Indah
• 15 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.