Tanggapi Serangan AS-Israel ke Iran, Rhoma Irama: Dunia Ini Hanyalah Permainan

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Pedangdut senior Rhoma Irama turut memberikan pandangannya terkait situasi geopolitik yang memanas usai Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Pedangdut yang akrab disapa Bang Haji ini melihat konflik tersebut dari kacamata spiritual.

Menurut Rhoma, perseteruan antarnegara tersebut bagian dari dinamika dunia yang sifatnya tidak kekal.

"Iran itu sama Amerika, sama Israel, Allah sudah berfirman: dunia ini permainan. Dunia ini kehidupan yang semu," ujar Rhoma Irama di Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (2/3).

Pelantun lagu Judi itu menekankan, menang atau kalah di dunia tidak bersifat mutlak.

"Sebenar-benarnya kehidupan itu di akhirat. Sebenar-benarnya kalah itu di akhirat, sebenar-benarnya menang itu di akhirat. Kalau di sini cuma main-main aja. Kayak gitu, menurut Allah, dunia ini permainan," tambah Rhoma.

Rhoma juga menanggapi dampak kemanusiaan dari perang tersebut, soal masyarakat yang terlunta dan tidak bisa pulang ke Indonesia. Rhoma melihatnya sebagai sebuah takdir yang telah ditentukan oleh Sang Pencipta.

"Iya, berdampak. Musibah itu kan terjadi, Allah berfirman, sesungguhnya bencana yang terjadi di muka bumi dan yang terjadi pada diri kamu semuanya, itu sudah termaktub sebelum itu terjadi. Artinya Allah maha tahu apa yang terjadi," jelas Rhoma.

Rhoma menjelaskan, ada pesan mendalam di balik setiap musibah yang terjadi di bumi.

"Tujuannya apa? Supaya kamu tidak terlalu sedih dengan apa yang terjadi kepadamu dan tidak terlalu bangga ketika kamu mendapatkan sesuatu yang baik untukmu. Karena memang hidup ini, life is a game," tutur Rhoma Irama.

Rhoma menegaskan setiap manusia, apa pun jabatan dan kapasitasnya, tidak akan pernah lepas dari ujian hidup.

"Hidup ini cobaan dan ujian. Apa pun kapasitasmu, pasti ujian demi ujian. Pemenangnya akan happy di dunia dan akhirat, pecundangnya akan menderita di dunia dan akhirat," tutup Rhoma Irama.

Situasi Timur Tengah memanas imbas serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu. Serangan tersebut menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dan para petinggi Iran, termasuk tujuh komandan militer.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut operasi militer di Iran bisa berlangsung empat pekan. Iran telah melancarkan serangan balasan ke Israel dan pangkalan militer AS di Qatar, Bahrain, Kuwait, UEA, hingga Arab Saudi.

Selain itu, Iran juga telah menutup Selat Hormuz—jalur vital perdagangan minyak dunia. Ratusan kapal tanker minyak dan gas kini tertahan di kawasan Teluk dan sekitar Selat Hormuz.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
One Global Capital Garap Proyek Mixed-Use Senilai Rp19 Triliun di Sydney
• 23 jam laluerabaru.net
thumb
Prabowo Panggil Bahlil ke Istana, Bahas Pasokan Minyak hingga Penutupan Selat Hormuz
• 22 jam laluviva.co.id
thumb
Delpedro Bacakan Pledoi, Awali dengan Duka Cita Wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
• 21 jam laluliputan6.com
thumb
NU, Muhammadiyah, dan lentera moral di langit Timur Tengah
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Tips Mengatur Keuangan Jelang Lebaran Supaya Dompet Tetap Aman dan Tidak Boncos Setelah Hari Raya
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.