DUBAI, KOMPAS.TV - Iran memperluas serangan balasan dengan menargetkan fasilitas Amerika Serikat (AS) yang berada di Timur Tengah. Pemerintah Arab Saudi menyatakan pada Selasa (3/3/2026) pagi Kedutaan Besar AS di Riyadh diserang dua drone, sehingga menyebabkan kebakaran terbatas dan kerusakan kecil.
Seorang warga di lingkungan kedutaan yang berbicara secara anonim karena situasi keamanan, menggambarkan asap tipis keluar dari kedutaan.
Tak hanya Kedutaan Besar AS di Riyadh, sebelumnya pada Senin, kompleks Kedutaan Besar AS di Kuwait juga turut diserang.
Departemen Luar Negeri AS mendesak warganya meninggalkan lebih dari selusin negara Timur Tengah karena risiko keamanan, seperti yang telah dilakukan banyak negara lain.
Meskipun demikian, diperkirakan akan sulit meninggalkan wilayah Timur Tengah karena sebagian besar wilayah udara ditutup dan banyak yang tetap terjebak.
Sementara itu, pasar dunia terguncang karena pertempuran meluas di wilayah yang vital bagi pasokan energi.
“Kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi juga diserang oleh drone, tetapi pertahanannya berhasil menembak jatuh pesawat yang datang,” kata seorang juru bicara militer kepada kantor berita Saudi Press Agency yang dikelola negara.
Kilang tersebut memiliki kapasitas lebih dari setengah juta barel minyak mentah per hari.
“Serangan terhadap kilang Ras Tanura di Arab Saudi menandai eskalasi yang signifikan, dengan infrastruktur energi Teluk kini menjadi sasaran utama Iran,” kata Torbjorn Soltvedt, seorang analis di perusahaan intelijen risiko Verisk Maplecroft.
Setelah adanya serangan, QatarEnergy menyampaikan akan menghentikan produksi gas alam cair tanpa batas waktu, sehingga salah satu pemasok utama dunia tersebut keluar dari pasar. Dampak dari penghentian produksi ini membuat harga gas alam Eropa melonjak hingga 40 persen.
Penulis : Tussie Ayu Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : The Associated Press
- serangan balasan iran
- iran serang kedutaan AS di riyadh
- iran serang kedutaan AS di kuwait





