Tolak Restorative Justice, Korban Penganiayaan Bahar bin Smith Serahkan Surat ke Polisi

kompas.com
5 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG, KOMPAS.com – Korban dugaan penganiayaan yang melibatkan Bahar bin Smith secara resmi menolak penyelesaian perkara melalui mekanisme restorative justice (RJ).

Penolakan tersebut disampaikan melalui surat tertulis yang diserahkan kuasa hukum korban ke Polres Metro Tangerang Kota, Selasa (3/3/2026).

Kuasa hukum korban, Suhendar, mengatakan kedatangannya ke Mapolres Metro Tangerang Kota untuk mendampingi perwakilan korban menyerahkan surat penolakan RJ kepada penyidik.

Baca juga: Polda Metro Ungkap Alasan Medis Bahar bin Smith Tak Ditahan Meski Jadi Tersangka

“Kami hari ini mendampingi untuk menyerahkan surat secara resmi penolakan restorative justice terhadap para pelaku berkaitan dengan tindak pidana yang dilakukan terhadap Rida,” ujar Suhendar saat ditemui di Mapolres Metro Tangerang Kota, Selasa.

Menurut dia, dengan penyerahan surat tersebut, korban yang bernama Rida menginginkan proses hukum tetap berjalan hingga ada putusan pengadilan dan tidak diselesaikan melalui mekanisme damai.

“Dari pihak korban sendiri sudah membuat pernyataan, jadi tidak ada restorative justice,” kata dia.

Alasan tolak damai

Suhendar menjelaskan, restorative justice pada prinsipnya diperuntukkan bagi pelaku yang baru pertama kali melakukan tindak pidana.

“Bagi mereka yang residivis atau pernah melakukan tindak pidana, sebetulnya tidak berlaku restorative justice,” jelas dia.

Selain itu, ia menilai dugaan tindak pidana penganiayaan, pengeroyokan, hingga perampasan kemerdekaan yang dilaporkan korban termasuk kategori tindak pidana terhadap ketertiban umum serta menyangkut derajat kemanusiaan.

“Penganiayaan, pengeroyokan, dan perampasan kemerdekaan itu termasuk tindak pidana terhadap ketertiban umum, sehingga menurut kami terlarang untuk restorative justice,” jelas Suhendar.

Baca juga: Anggota Banser Beberkan Detik-detik Dugaan Penganiayaan oleh Bahar bin Smith di Tangerang

Atas dasar itu, korban memilih menolak penyelesaian damai.

Seiring penolakan tersebut, pihak kuasa hukum meminta penyidik segera melakukan penahanan terhadap para tersangka, termasuk Bahar bin Smith yang disebut masih berada di luar tahanan.

“Kami meminta agar segera ditahan karena hari ini mereka masih berkeliaran bebas," kata dia.

"Berdasarkan syarat penanganan perkara, apabila ada kemungkinan memengaruhi saksi atau menghilangkan barang bukti, semestinya segera ditahan,” lanjut dia.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Suhendar berharap kepolisian dapat memproses perkara secara profesional dan objektif.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Terpeleset Saat Memancing, Pemuda 21 Tahun Ditemukan Meninggal di Perairan Tamalelong Selayar
• 5 jam laluterkini.id
thumb
Board of Peace: "Mimpi Basah" Ketertiban Dunia
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Perang Iran-AS Berisiko Melebar, Akankah Rusia dan China Turun Tangan?
• 41 menit lalukompas.tv
thumb
Iran Tutup Selat Hormuz akibat Perang, ALFI: Biaya Logistik Global Bisa Melonjak 30 Persen
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
RSUD Cempaka Putih Raih Predikat Menuju Informatif dalam Hasil E-Monev 2025
• 12 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.