JAKARTA, KOMPAS.TV - Sekretaris Jenderal Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) menyoroti dampak penutupan Selat Hormuz akibat perang Amerika Serikat (AS) dan Israel di Iran.
Trismawan menyebut penutupan selat ini dapat memicu kenaikan biaya logistik global hingga 30 persen.
Sebelumnya, Korps Garda Revolusioner Iran (IRGC) mengumukan penutupan Selat Hormuz di tengah perang.
IRGC menyatakan kapal yang nekad melintasi selat tersebut akan "dibakar."
“Kalau konflik berkepanjangan, biaya logistik global bisa mengalami kenaikan signifikan secara kumulatif, kemungkinan lebih dari 30 persen total biaya dibandingkan periode sebelum konflik, tergantung durasi, rute pengalihan dan harga energi,” kata Trismawan Sanjaya di Jakarta, Selasa (3/3/2026).
Baca Juga: Prabowo Ingin Jadi Mediator AS-Iran, Guru Besar UI: Belum Perlu, Sebaiknya Tegas terhadap Penyerang
Trismawan menyebut kenaikan biaya logistik dipengaruhi banyak faktor.
Salah satunya adalah harga minyak dunia yang telah meningkat 8-13 persen akibat konflik belakangan ini.
Eskalasi di sekitar Iran membuat kapal-kapal logistik mesti menghindari Selat Hormuz.
Banyak kapal terpaksa memutar dengan rute lebih jauh, di antaranya melalui Tanjung Harapan di Afrika Selatan.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- penutupan selat hormuz
- dampak penutupan selat hormuz
- asosiasi logistik indonesia
- perang iran
- biaya logistik naik





