Pramono Ingin Bangun Museum Peranakan Tionghoa di Glodok

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung berencana membangun Museum Peranakan Tionghoa di Jalan Keadilan, Glodok, Jakarta Barat.

Museum ini akan menjadi simbol kontribusi masyarakat Tionghoa bagi Jakarta.

"Pemerintah DKI Jakarta akan membangun Museum Peranakan yang ada di Jalan Keadilan. Mudah-mudahan ini menjadi simbol bagi Jakarta," ujar Pramono saat menghadiri perayaan Cap Go Meh di kawasan Chinatown, Glodok, Selasa (3/3/2026).

Menurut dia, masyarakat Tionghoa sudah lama berperan penting dalam perkembangan Jakarta. Warga Tionghoa kerap terlibat di bidang perdagangan, budaya, maupun kehidupan sosial.

Karena itu, museum ini nantinya tidak hanya menjadi tempat menyimpan sejarah, tetapi juga ruang belajar dan tujuan wisata budaya.

Pramono yakin, kehadiran Museum Peranakan akan membuat kawasan Glodok semakin ramai dan hidup. Apalagi, saat ini pemerintah juga sedang mengembangkan transportasi umum.

Ia menyinggung proyek MRT yang nantinya terhubung hingga Monas dan kawasan Kota Tua.

Jika akses transportasi semakin mudah, ia percaya kawasan Glodok akan lebih banyak dikunjungi, termasuk oleh wisatawan mancanegara.

Baca juga: Di Hadapan Anies, Pramono Pamer JIS Warisannya Kini Makin Mudah Diakses

“Kalau transportasi sudah terhubung sampai Monas dan Kota Tua, saya yakin kawasan ini akan berkembang dan semakin banyak dikunjungi, termasuk wisatawan mancanegara," ungkap Pramono.

Selain membangun museum, Pemprov DKI juga akan menata kawasan sekitar Jalan Keadilan agar lebih rapi dan menarik. Wilayah tersebut ingin dijadikan salah satu pusat wisata sejarah dan budaya di Jakarta.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Di akhir acara, Pramono juga mengapresiasi perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang berlangsung aman dan penuh kebersamaan. Ia mengajak seluruh warga terus menjaga kerukunan di Jakarta.

"Apa pun, warga Tionghoa sudah memberikan kontribusi yang luar biasa bagi Jakarta. Kita jaga terus kehidupan harmonisasi yang sudah baik ini," ungkap Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Marcella Santoso Divonis Hukuman 14 Tahun Penjara terkait Kasus Dugaan Suap dan TPPU Ekspor CPO
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Ekspor Sumsel Awal 2026 Merosot US$160,80 Juta, Sektor Pertanian-Kehutanan Lesu
• 12 jam lalubisnis.com
thumb
RI-AS-Jepang Kumpul di Jakarta Bahas Nuklir, Ada Apa?
• 13 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Korban TPPO Pengantin Pesanan di China Minta Bantuan, Begini Respons Dedi Mulyadi
• 22 jam lalugrid.id
thumb
Purbaya: Konflik AS-Iran Tak Ganggu Fiskal RI Meski Harga Minyak Tembus USD92/Barel
• 1 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.