Kemenag Gaungkan Spirit Beragama dengan Asyik Selama Ramadhan

okezone.com
14 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA —  Sekretaris Ditjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama,  Arskal Salim menegaskan, pemerintah menggaungkan spirit beragama dengan asyik selama Ramadhan termasuk di pesantren.

Dia mengatakan, pesantren membentuk pengalaman beragama yang tidak kaku, melainkan tumbuh dari pembiasaan ibadah sehari-hari.

‘’Tradisi tersebut menjadikan agama hadir sebagai rutinitas yang menyenangkan sekaligus membangun karakter kebangsaan. Dalam pesantren kita mampu memahami agama,’’ujar Arskal saat menghadiri Takjil Pesantren dan Ngaji Bareng Santri di Pesantren Daarul Rahman, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga :
Menag Nasaruddin Umar Bantah Isu Zakat untuk MBG!

‘’Pesantren menerapkan kebiasaan-kebiasaan dalam menjalankan ibadah sehingga mampu memunculkan beragama itu asyik secara mendasar dan telah menjadi rutinitas, budaya dalam pondok pesantren. Membangun bangsa dari pondok pesantren,” lanjutnya.

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Daarul Rahman KH Faiz Syukron Makmum menjelaskan bahwa spirit beragama yang asyik harus tetap bertumpu pada kedalaman ilmu dan keterbukaan terhadap perkembangan zaman. Ia menekankan integrasi antara penguasaan ilmu agama dan literasi teknologi sebagai kebutuhan santri masa kini.

“Santri tidak boleh dibatasi hanya belajar agama, tetapi juga harus melek perkembangan zaman dan teknologi sehingga mampu memadukan antara ilmu agama dan perkembangan teknologi. Ngajinya jangan terlalu formal namun harus sesuai dengan forum yang akan menerima ilmu,” jelasnya.

Baca Juga :
Eks Menag Yaqut Hadiri Sidang Praperadilan Korupsi Kuota Haji, KPK Absen

Gus Faiz – panggilan akrabnya -- menambahkan bahwa kultur, inovasi cara belajar, serta pembiasaan sejak dini menjadi fondasi agar santri mampu beradaptasi tanpa kehilangan arah. Pesantren, menurutnya, harus melahirkan generasi yang tumbuh selaras dengan perjalanan zaman.

“Pesantren membutuhkan kultur, budaya, inovasi cara belajar, belajar bagaimana berinovasi, belajar bagaimana berbaur dan terjun di tengah masyarakat. Semoga santri dapat menikmati fasilitas yang diberikan negara kepada pondok pesantren,” tuturnya.

 

Baca Juga :
KPK Sebut Pasal Gratifikasi Tidak Berlaku Usai Menag Melapor


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Eks Panglima TNI Andika Perkasa Renovasi Mapolsek Geger, Tempat Menantunya Dinas
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Indonesia Dianggap Dukung AS-Israel dalam Konflik Timur Tengah karena Gabung dalam Board of Peace, DPR Desak Mundur
• 9 jam lalutvonenews.com
thumb
KPK Ungkap OTT Bupati Pekalongan terkait Outsourching di Lingkungan Pemkab
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
BNI Dukung Pembiayaan Perumahan di Singkawang, 200 Peserta Ikut Akad KPP dan FLPP
• 6 jam laludisway.id
thumb
Kubu Yaqut Pertanyakan Hasil Audit Kerugian Negara pada Kasus Kuota Haji
• 23 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.