YERUSALEM, KOMPAS.TV — Di tengah eskalasi perang Iran-AS yang memicu serangan rudal ke Israel dan sejumlah negara Teluk, Kedutaan Besar Amerika Serikat di Yerusalem menyatakan tidak dalam posisi untuk mengevakuasi warganya.
Warga AS diminta menyusun rencana keamanan sendiri jika ingin keluar dari Israel.
Berbeda dengan AS, sejumlah negara lain langsung menggelar evakuasi.
Sementara itu, Indonesia memilih pendekatan perlindungan aktif dan pemantauan intensif terhadap WNI di kawasan.
Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee menegaskan, Kedutaan tidak dapat membantu proses evakuasi langsung.
Baca Juga: Terbaru! Rekaman Detik-Detik Serangan Israel ke Pasukan dan Peluncur Rudal Iran
“Kedutaan Besar AS saat ini tidak dalam posisi untuk mengevakuasi atau secara langsung membantu warga Amerika untuk meninggalkan Israel,” tulis Huckabee di X dikutip dari Associated Press.
Dalam Security Alert tertanggal 2 Maret 2026, Kedutaan Besar AS di Yerusalem menyatakan seluruh pegawai pemerintah AS dan keluarga mereka diperintahkan tetap berlindung di tempat (shelter in place) hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Kedutaan menyebut Kementerian Pariwisata Israel mengoperasikan shuttle ke Taba Border Crossing (Mesir).
Namun Kedutaan menegaskan tidak memberikan rekomendasi dan tidak menjamin keselamatan warga yang memilih opsi tersebut.
Penumpang dapat menuju Eilat lalu melanjutkan ke Yitzhak Rabin Border Crossing menuju Yordania.
Titik kumpul bus disediakan di Herzliya, Haifa, Yerusalem, dan Tel Aviv.
Perlintasan Taba disebut beroperasi 24 jam, namun kondisi keamanan bisa berubah sewaktu-waktu.
Opsi penerbangan dari Mesir dan Yordania terbatas.
Baca Juga: Terungkap! Kesalahan Fatal Iran Diduga Picu Tewasnya Ayatollah Ali Khamenei
Kedutaan juga mengingatkan potensi serangan mortir, roket, dan drone tanpa peringatan.
Warga diminta mengetahui lokasi bunker terdekat, memantau sirene “red alert”, serta menghindari kerumunan dan area dengan pengamanan ketat.
Sementara itu, sejumlah negara mengambil langkah berbeda yang langsung melakukan evakuasi terhadap warganya.
Bulgaria mengevakuasi sekitar 300 warganya dari Oman dan menyiagakan hingga delapan pesawat untuk repatriasi.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- evakuasi warga Israel
- Kedubes AS Israel
- evakuasi Timur Tengah
- perang Iran Israel
- warga AS di Israel
- Bulgaria evakuasi





