Lebih Tahan Banting, Begini Nasib Harga Bitcoin (BTC) Hari Ini (4/3)

wartaekonomi.co.id
2 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Harga bitcoin kembali menunjukkan pergerakan volatil pada perdagangan pagi hari di Rabu (4/3). Hal ini diproyeksikan akan terus terjadi dalam waktu dekat meski aset kripto tersebut menunjukkan ketahanan lebih baik dibandingkan pasar saham global.

Berdasarkan data terbaru Coinmarketcap, harga bitcoin tercatat bergerak dalam kisaran US$68.000. Ia sebelumnya mengalami fluktuasi tajam dalam beberapa sesi terakhir akibat gejolak perang di Timur Tengah.

Baca Juga: Bitcoin (BTC) Dinilai Sangat Tak Berguna: Tidak Punya Manfaat Nyata Seperti AI

Kondisi ini terjadi saat pasar global masih dibayangi eskalasi konflik yang melibatkan pihak dari Amerika Serikat, Israel dan Iran. Ketegangan geopolitik tersebut memicu ketidakpastian dalam berbagai kelas aset.

Namun menariknya, bitcoin justru menunjukkan performa yang relatif lebih stabil dibandingkan sejumlah indeks saham utama.

Head of Research CoinShares, James Butterfill mengatakan bitcoin secara historis sering menjadi aset yang menyerap guncangan pasar saat terjadi tekanan likuiditas atau pengurangan risiko di pasar keuangan.

“Secara historis, bitcoin sebagai satu-satunya aset likuid yang juga diperdagangkan pada akhir pekan sering menyerap guncangan ketika terjadi pengurangan risiko secara paksa di pasar,” kata Butterfill.

Ia menambahkan bahwa pergerakan harga bitcoin kali ini tergolong cukup konstruktif meskipun situasi geopolitik semakin tidak stabil.

Menurutnya, bitcoin justru mampu mencatatkan kenaikan di tengah meningkatnya ketegangan global, sesuatu yang jarang terjadi dalam periode krisis sebelumnya.

Butterfill juga menyoroti bahwa tidak terjadi gelombang likuidasi besar di pasar kripto meskipun imbal hasil obligasi meningkat dan ketegangan geopolitik memanas.

“Tidak adanya likuidasi besar meskipun imbal hasil naik dan ketegangan geopolitik meningkat menunjukkan bahwa posisi pasar saat ini lebih siap dibandingkan episode sebelumnya,” ujarnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa investor kripto kemungkinan telah menyesuaikan strategi dan posisi mereka sejak awal, sehingga pasar tidak terlalu rentan terhadap tekanan mendadak.

Sejumlah analis menilai bahwa ketahanan Bitcoin di tengah konflik geopolitik dapat memperkuat narasi bahwa aset kripto mulai dipandang sebagai alternatif lindung nilai terhadap ketidakpastian global.

Baca Juga: Lewat Inovasi Terbaru, Elon Musk Kejutkan Trader Saham dan Kripto di X

Meski demikian, volatilitas masih diperkirakan akan tetap tinggi dalam jangka pendek, terutama jika konflik terus meningkat atau memicu gangguan lebih luas pada pasar energi dan keuangan global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Ketika Sekolah di Jateng Ramai-ramai Kembalikan MBG Ramadhan
• 23 jam lalukompas.id
thumb
AS Klaim Hancurkan Semua Kapal Perang Iran di Teluk Oman: Kemampuan Mereka Sekarang Nol!
• 7 jam laluviva.co.id
thumb
Di Sela Penarikan Praja IPDN, Bima Arya Buka Puasa Bareng Warga Aceh Tamiang
• 21 jam laludetik.com
thumb
Komisi IX DPR Minta TKI Dievakuasi Jika Perang AS-Israel Vs Iran Makin Parah
• 2 jam laludetik.com
thumb
Siapa Teni Ridha? Sosok Ibu Tiri Nizam yang Ditetapkan Tersangka Kasus Dugaan Kekerasan di Sukabumi Bukan Orang Sembarangan
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.