Progres Pengisian Detail Klasifikasi Investor oleh KSEI Capai 94 Persen

idxchannel.com
15 jam lalu
Cover Berita

OJK menyatakan, progres pengisian detail klasifikasi investor atau granularity oleh KSEI bersama para AB dan bank kustodian telah mencapai 94 persen.

Progres Pengisian Detail Klasifikasi Investor oleh KSEI Capai 94 Persen. (Foto Istimewa)

IDXChannel - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan, progres pengisian detail klasifikasi investor atau granularity oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bersama para anggota bursa dan bank kustodian telah mencapai 94 persen per 27 Februari 2026.

"Status per 27 Februari 2026 progres penyelesaiannya telah mencapai 94 persen. Tentu ini menjadikan kami optimistis agar pengisian itu dapat diselesaikan sesuai timeline sampai dengan bulan Maret 2026," kata Pejabat Sementara (Pjs) Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam Rapat Dewan Komisioner (RDK) OJK, Jakarta, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga:
Reformasi Pasar Modal, BEI Fokus Naikkan Free Float dan Ungkap Data Pemegang Saham 1 Persen

Selanjutnya, proses permintaan pendapat publik oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) atas draf Peraturan Nomor 1-A yang memuat pengaturan peningkatan minimum free float telah selesai dilakukan. Saat ini draf tersebut tengah dalam proses persetujuan internal di BEI sebelum diajukan ke OJK.

"Target penyelesaian dan perlakuan bulan Maret 2026 ini kita harapkan dapat tetap kita lakukan," ujarnya.

Baca Juga:
Gandeng Emiten hingga Pelaku Pasar, BEI-SRO Kucurkan Rp3,9 Miliar Untuk Pasar Modal Peduli

Selain itu, sejak awal Februari 2026, OJK bersama BEI dan KSEI juga melakukan asesmen terkait potensi implementasi pengumuman high shareholding concentration atau konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi. Saat ini proses finalisasi asesmen dan uji coba tengah dilakukan dengan target implementasi mulai Maret 2026.

Baca Juga:
Agenda Reformasi Bursa Efek Ditargetkan Rampung Maret 2026, Kenaikan Free Float Bertahap

Menurut Hasan, rangkaian langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kredibilitas dan daya saing pasar modal Indonesia di mata investor global, sekaligus merespons masukan dari MSCI terkait aspek transparansi, free float, dan struktur kepemilikan saham.

Sebelumnya, OJK mempercepat reformasi struktural pasar modal sebagai tindak lanjut komunikasi intensif dengan penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sejumlah langkah teknis ditargetkan mulai efektif pada Maret 2026 guna meningkatkan transparansi dan kualitas tata kelola emiten di dalam negeri.

Hasan mengatakan, pemerintah telah menyampaikan proposal dan melakukan pertemuan dengan MSCI terkait sejumlah perbaikan struktural yang menjadi perhatian investor global.

"Sementara terkait dengan perkembangan langkah percepatan reformasi struktural di pasar modal, dapat kami sampaikan perkembangan terkini mengenai proposal dan pertemuan yang telah disampaikan oleh pihak Indonesia kepada pihak indeks provider global, dalam hal ini MSCI," ujar dia.

Langkah pertama yang akan diimplementasikan adalah peningkatan keterbukaan pemilik saham. OJK memastikan disclosure kepemilikan saham di atas 1 persen akan mulai dipublikasikan berdasarkan data akhir Februari dan efektif dilakukan mulai Maret 2026.

"Disclosure atau keterbukaan pemilik saham dari perusahaan terbuka dengan proporsi kepemilikan saham di atas 1 persen ini dikonfirmasi akan dipublikasikan mulai data terakhir Februari dan akan dilakukan mulai bulan Maret 2026," katanya.

(Dhera Arizona)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gubernur Ahmad Luthfi Bantah Bareng Bupati Pekalongan Saat OTT KPK: Enggak, Info dari Mana?
• 7 jam lalusuara.com
thumb
Usai Tutup 2 Hari Akibat Perang Iran vs AS-Israel, Saham UEA Dibuka Anjlok 4,7%
• 5 jam lalukumparan.com
thumb
Ahmad Luthfi Bantah Tengah Bersama Bupati Pekalongan Saat OTT KPK
• 2 jam laludetik.com
thumb
Fadia Arafiq Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing di Pemkab Pekalongan, KPK: Padahal Sudah Diingatkan Pegawainya
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
AS Tak Evakuasi Warganya dari Israel, Negara Lain Bergerak Cepat Pulangkan Warganya Masing-Masing
• 17 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.