Bisnis.com, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai transaksi aset kripto sepanjang Januari 2026 mencapai Rp29,24 triliun. Jumlah ini turun 10,53% secara bulanan (month to month/mtm) dibandingkan Desember 2025 yang mencapai Rp32,68 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto (IAKD) OJK Hasan Fawzi mengatakan penurunan tersebut sejalan dengan tren global.
“Tentu ini sejalan dengan tren penurunan harga sejumlah aset kripto utama di kawasan global,” ujar Hasan dikutip dari Antara, Rabu (4/3/2026).
Tidak hanya aset kripto, dia menyebut nilai transaksi derivatif aset keuangan digital juga turun 6,88% mtm menjadi Rp8,01 triliun pada Januari 2026.
Meski nilai transaksi menurun, OJK menilai tingkat kepercayaan konsumen terhadap ekosistem aset keuangan digital termasuk kripto masih terjaga. Hal itu tercermin dari jumlah konsumen pedagang aset keuangan digital yang terus meningkat.
Per Januari 2026, jumlah konsumen tercatat mencapai 20,70 juta atau tumbuh 2,56% mtm dibandingkan Desember 2025 sebanyak 20,19 juta konsumen.
Baca Juga
- Korban Penipuan Online Bisa Dapat Uang Kembali, OJK Pulihkan Rp167 Miliar
- Mengenal Dana Aset Kripto, Serupa Reksa Dana tapi Beda dengan ETF Besutan OJK
- Tangkal Saham Gorengan, Pengawasan OJK Sekarang Real-time
Saat ini OJK mencatat terdapat 1.457 aset kripto dan 127 derivatif aset keuangan digital yang dapat diperdagangkan di Indonesia hingga Februari 2026.
Di sisi lain, dalam penyelenggaraan inovasi teknologi sektor keuangan (ITSK), OJK mencatat terdapat 25 penyelenggara ITSK yang resmi dan terdaftar. Rinciannya terdiri atas delapan pemeringkat kredit alternatif (PKA) dan 17 penyelenggara agregasi jasa keuangan (PAJK).
Berdasarkan laporan per Januari 2026, para penyelenggara ITSK tersebut telah menjalin lebih dari 1.329 kerja sama dengan lembaga jasa keuangan maupun pihak lainnya.
Khusus untuk PAJK, selama Januari 2026 transaksi yang disetujui mitra tercatat mencapai Rp2,01 triliun dengan jumlah pengguna sebanyak 16,95 juta orang.





